Kamis, 13 Agustus 2015

OSENG PARE TERI MEDAN



Bismillahirrohmanirrohim

Olahan pare sebenarnya tidak termasuk dalam "list" masakan favorit saya. Bisa dibilang saya belum bisa menikmati makan pare, tapi suka atau tidak suka saya harus bisa bikinnya karena suami saya sangat suka dengan olahan pare. Biasanya saya mengolah pare dengan membuat oseng kering seperti ini atau dimasak dengan memakai santan. Sebenarnya suami saya juga sudah berusaha untuk "merayu" saya untuk mencoba menikmati pare, tapi saya-nya aja yang belum tertarik hihihi. Jadi biar kata suami saya, masakan saya ini enak tapi sebenarnya saya mah gak tau rasanya >_<

Lumayan lama juga saya gak bikin olahan pare, kayanya ada deh 2 bulan. Maklum selama Ramadhan kemarin, saya juga gak masak pare sama sekali. Kebetulan ada pare di tukang sayur, jadi lah saya bisa mengolah pare spesial untuk pak suami. Bikinnya pun juga gak banyak dan masih saya bagi-bagi dengan mbak yang bantu-bantu di rumah.







Bikinnya cukup iris-iris aja ya, tanpa harus uleg menguleg, jadi memang simpel banget . Bumbu irisnya juga kira-kira aja ya, disesuaikan dengan kebutuhan. Kalau suka yang manis, tinggal tambahkan kecap manisnya aja. Monggo...sesuai selera aja.

OSENG PARE TERI MEDAN

Bahan :
500 gr pare, buang bijinya dan iris tipis
7 butir bawang merah, iris tipis
4 siung bawang putih, iris tipis
3 cabe merah besar, iris serong
6 cabe rawit, iris halus
1 ruas lengkuas, memarkan
2 helai daun salam
1 buah tomat, belah 6
30 gr teri medan goreng
2 sdm kecap manis
1/2 sdt kecap ikan
50-100 ml air
garam, gula pasir dan merica bubuk secukupnya
3 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat :
1. Remas-remas irisan pare dengan garam. Sisihkan.
2. Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dan layu. Masukkan lengkuas, daun salam, tomat, cabe merah dan cabe rawit. Aduk hingga rata.
3. Masukkan irisan pare, bumbui dengan kecap manis, kecap ikan, garam, gula pasir dan merica bubuk. Aduk hingga rata.
4. Tuang air sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dan biarkan sebentar hingga pare matang dan bumbu meresap.
5. Test rasa hingga sesuai selera kemudian masukkan teri medan goreng. Aduk hingga rata.
6. Angkat dan sajikan.

Happy Cooking ^^

Selasa, 11 Agustus 2015

CAKE JERUK (TANPA EMULSIFIER)



Bismillahirrohmanirrohim

Haloo...kali ini masih postingan yang bertema jeruk ya. Masih juga dalam rangka memperdayakan nutrisari dari parcel lebaran kemarin hehehe. Kali ini saya bikin cake jeruk yang diadaptasi dari resep bolu jerman yang sudah pernah saya posting beberapa waktu yang lalu. Resep asli silahkan bisa dilihat disini ya. Bedanya dengan yang pernah saya buat dahulu, kali ini saya tidak memakai emulsifier. Sengaja saya menggunakan loyang yang sama dengan yang sudah pernah saya pakai dulu biar keliatan bedanya. Next time saya akan coba membuat lagi dengan menambahkan kuning telur sebagai emulsifier alami. 

Bisa dilihat kan gimana bedanya dengan yang sudah pernah saya buat dulu. Cakenya tidak terlalu mengembang, tetapi teksturnya tetap lembut walau lebih "ringan" yang memakai emulsifier. Pori-pori cake juga tetap rapat kok. Cake yang saya buat ini sedikit "berpinggang". Saya kurang tau apakah penyebabnya karena saya tidak memakai emulsifier atau karena saya tidak langsung mengeluarkan cake sesaat setelah saya keluarkan dari loyang. Gak lama juga sih, cuma saya tinggal telpon 10 menit hehehe.




CAKE JERUK 

Bahan :
6 kuning telur
3 putih telur
100 gr gula pasir
60 gr tepung terigu serbaguna
15 gr maizena
20 gr susu bubuk full cream
30 gr nutrisari bubuk
2 sdm larutan nutrisari
100 gr butter leleh
1/2 sdt pasta jeruk

Cara Membuat :
1. Panaskan oven 170'C, siapkan loyang (saya pakai loyang tulban 20 cm), oles loyang dengan margarin dan taburi sedikit terigu. Sisihkan.
2. Kocok bersama-sama kuning telur, putih telur, gula pasir, tepung terigu, maizena, susu bubuk, nutrisari bubuk dan larutan nutrisari. Kocok hingga mengembang dan kental, matikan mixer.
3. Masukkan butter leleh dan pasta jeruk, aduk balik hingga tercampur rata.
4. Tuang ke dalam loyang dan hentakkan loyang perlahan untuk mengurangi udara yang ada dalam adonan.
5. Panggang selama kurang lebih 30-40 menit atau hingga matang. Keluarkan dari loyang dan dinginkan.

In shaa Allah selanjutnya saya buat yang memakai tambahan kuning telur ya, jadi kita bisa lihat perbedaannya. Sstt...semoga malesnya gak dateng >_<

Happy Baking...semoga bermanfaat ya ^^

Minggu, 09 Agustus 2015

PUDING SUSU JERUK



Bismillahirrohmanirrohim

Bikin yang simpel-simpel lagi yuk, apalagi kalau bukan puding. Anak-anak saya selalu suka puding, saya pun suka bikinnya karena gampang dan anti gagal. Beberapa hari yang lalu saya sempatkan membuat puding cantik ini untuk dinikmati anak-anak setelah pulang sekolah. Sebenarnya ini cuma puding susu biasa aja. Saya tambahkan nutrisari dan pasta jeruk, sehingga mempunyai aroma jeruk dan terasa segar. Naah...yang bikin puding ini cantik tentu saja adalah cetakannya hehehe. Alhamdulillah ada sahabat baru saya di Bandung yang berkenan mengirimkan cetakan silikon cantik untuk saya. Jazakillah khoir ya teh ^^

Resepnya bisa pakai resep puding andalan masing-masing ya. Kalau suka dengan puding yang kenyal, bisa ditambahkan jelly bubuk. Ada juga yang suka menggunakan white cooking chocolate dan susu kental manis. Untuk puding yang lembut, bisa ditambahkan kuning telur. Kali ini saya pakai resep yang benar-benar simpel alias biasa-biasa aja. Kebetulan ada beberapa kotak nutrisari dalam parcel, punya susu cair dan agar-agar bubuk, tapi saya lagi gak punya white cooking chocolate dan juga jelly bubuk. Ya wis lah pakai yang ada aja. Tadinya mau saya tambahkan kocokan kuning telur agar teksturnya lebih lembut, tapi ternyata saya lupa !! 




Biarpun pudingnya biasa-biasa aja, cuma mengandalkan harumnya aroma nutrisari dan pasta jeruk, tapi anak-anak suka banget. Mungkin juga karena mereka senang melihat penampilannya yang cantik ini. Jadi untuk resep pudingnya, monggo...disesuaikan dengan selera aja ya. Saya buat 2x dari resep di bawah ini dan sisa adonannya saya tuang di cup kecil. 

PUDING SUSU JERUK

Bahan :
1 bungkus (7 gr) agar-agar bubuk plain
125 gr gula pasir atau sesuai selera
850 ml susu cair
25 gr nutrisari bubuk (saya pakai rasa jeruk manis)
sejumput garam
1/2 sdt pasta jeruk (optional)

Cara Membuat :
1. Campurkan agar-agar bubuk, gula pasir, garam, nutrisari bubuk dan susu cair. Aduk hingga rata.
2. Masak dengan api sedang sambil diaduk hingga mendidih. Matikan api.
3. Aduk-aduk agar uap panasnya hilang dan beri pasta jeruk. Aduk hingga rata kemudian tuang ke dalam cetakan. Dinginkan.
4. Simpan di dalam lemari es dan sajikan dingin.

Dulu saya pernah juga beberapa kali membuat puding menggunakan cetakan silikon dan hasilnya pudingnya gak mulus. Bisa dilihati di postingan puding coklat roti tawar ini ya. Bingung juga kenapa kok gak bisa licin pudingnya hehehe. Setelah cari info dari teman-teman, ternyata kalau kita membuat puding dengan menggunakan cetakan silikon, kita tidak perlu membasahi cetakannya dengan air. Setelah saya coba, beneran deh...puding susu jeruk ini bisa mulus kan. Ada juga yang bilang kalau setelah adonan puding dituang di cetakan, di sekeliling cetakan diberi es batu, tapi saya belum pernah coba tips tersebut.




Semoga bermanfaat ya....Bikin puding yuuk ^^

Jumat, 07 Agustus 2015

CARANG GESING



Bismillahirrohmanirrohim

Carang gesing adalah jajanan tradisional yang berasal dari Jawa Tengah yang berupa olahan pisang dengan dibungkus daun pisang. Sejak kecil saya terbiasa menikmati carang gesing, tetapi keluarga saya menyebutnya dengan nama "Bongko". Biasanya Mama membuat carang gesing ini dengan memadukan pisang dan irisan roti tawar. Ciri khas dari carang gesing adalah dibungkus dengan daun pisang, tetapi untuk yang pemalas seperti saya, jadilah carang gesing yang dibuat dalam ramekin heuheuheu. Maksudnya sih pengen cari yang praktis aja dan saya juga gak pinter dalam hal bungkus membungkus memakai daun hihihi.

Bahan utama untuk membuat carang gesing adalah pisang dan santan. Pilih pisang yang manis sehingga bisa menghasilkan carang gesing yang enak. Kali ini saya menggunakan pisang kepok atau bisa juga menggunakan pisang raja. Asal jangan pisang ambon lho yaa...karena terlalu lunak teksturnya.







CARANG GESING

Bahan :
500 gr pisang kepok atau pisang raja, potong-potong
300 ml santan
50 gr gula pasir
30 gr gula merah, sisir halus
sejumput garam
1 butir telur, kocok lepas
daun pandan secukupnya, iris-iris

Cara Membuat :
1. Masak santan, gula pasir, gula merah dan garam hingga gula larut. Matikan api dan dinginkan.
2. Masukkan kocokan telur dan irisan daun pandan ke dalam santan. Aduk hingga rata.
3. Tata potongan pisang di dalam ramekin, tuang santan hingga penuh.
4. Kukus hingga matang dan siap disajikan hangat atau dingin.




Saya lebih suka menikmati carang gesing yang sudah dingin, Enak deh...lembut banget. Kalau ditambahkan roti tawar jadi lebih enak lagi lho, anggap aja steam banana bread pudding yaaa...hiyaa...gaya banget kan namanya. 

Semoga bermanfaat ya...Selamat mencoba ^^

Kamis, 06 Agustus 2015

RAWON IGA



Bismillahirrohmanirrohim

Mulai beraktivitas di dapur lagi ^^ Ternyata saya tetap kangen dengan dapur setelah 2 minggu gak bebikinan. Mulai kangen juga dengan masakan rumahan, kangen bikin kue-kue dan tentu saja kangen mencoba resep-resep baru. Pertama memulai aktivitas di dapur, masaknya juga yang gampang-gampang tapi ngangenin, misalnya sayur asem, bening bayam, pindang goreng atau ayam bumbu bacem. Kan waktu mudik kemarin gak makan menu-menu tersebut hehehe. Jadinya berasa enaak banget. Setelah mulai aktif memasak lagi, mulai deh puyeng lagi mikir besok mau masak apa....teteeup deh kalau itu.

Kebetulan kakak Naira ada request rawon. Maklum lah selama mudik kemarin, tentu saja kami gak makan rawon yang bisa dengan mudah dijumpai di Jatim hehehe. Ternyata rawon mah ngangenin juga ya, jadilah saya setuju untuk masak rawon request kakak. Kebetulan juga tukang sayur bawa iga, jadinya sekalian aja saya bikin rawon iga. Untuk adek yang suka makan daging empuk-empuk, tentu saya tetap menambahkan daging has. Jadilah rawon ini isinya campur-campur, yaitu iga, tetelan dan daging has. 

Sayangnya rawon iga ini gak bisa terlalu pekat warnanya, gak bisa hitam dan cenderung kecoklatan. Gak tau deh kenapa saya tuh gak lulus-lulus kalau disuruh milih kluwek. Pasti lebih banyak yang isinya jelek bahkan gak bisa dipakai, dibandingkan dengan yang hitam heuheuheu. Tapi harus tetap bikin rawon lah walau dengan kluwek seadanya, jadi harap maklum ya kalau rawon saya kali ini warnanya gak hitam cantik ^^




RAWON IGA

Bahan :
750 gr iga sapi, potong-potong
300 gr daging sapi (saya mix has dan tetelan)
2 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
5 helai daun jeruk
1 ruas lengkuas, memarkan
1 batang daun bawang, potong-potong
1 sdt gula pasir
2-4 sdt garam atau sesuai selera
2 sdm minyak untuk menumis
2 liter air (tambahkan bila perlu)

Bumbu Halus :
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah kluwek, keruk isinya (kalau isinya kering, seduh dengan air hangat)
1 sdt ketumbar
3 butir kemiri, sangrai
1 cm kunyit bakar

Pelengkap :
Tauge pendek
Bawang goreng
Krupuk udang
Telur asin
Sambal terasi

Cara Membuat :
1. Rebus iga dan daging dalam air mendidih hingga setengah empuk. Ambil dagingnya, potong-potong dan saring air kaldunya. Masukkan kembali potongan daging dan iga ke dalam air kaldu.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga, serai, lengkuas dan daun jeruk hingga matang dan harum. Masukkan ke dalam kuah rebusan.
3. Bumbui dengan garam dan gula pasir, masak hingga iga dan daging empuk dan bumbu meresap. Test rasa hingga sesuai selera. Apabila air sudah menyusut dan daging belum empuk, bisa ditambahkan air panas secukupnya saja ya dan jangan lupa bumbui lagi hingga pas.
4. Sesaat sebelum diangkat, masukkan potongan daun bawang. Matikan api.
5. Sajikan dengan pelengkap.

Notes :
- Pengen masak rawon iga plus daging yang empuk tanpa lama? Gunakan panci presto untuk mengempukkan iga dan dagingnya. Tapi hasilnya, bumbu kurang meresap jika dibandingkan dengan yang dimasak lama bersama bumbu ya.
- Tumis bumbu halus hingga benar-benar matang ya, agar bumbu tidak terasa langu.
- Bisa ditambahkan irisan tomat menjelang diangkat, jika suka.
- Rawon enak dinikmati setelah diinapkan karena bumbunya akan semakin meresap. 




Entah karena lama gak makan rawon atau memang rawonnya yang enak, semua bilang enaaaak... Alhamdulillah. Paling asyik sih memang bikin sendiri di rumah karena bisa puas maemnya, puas mencari-cari daging di sela-sela iga maksudnya hihihi. 

Happy cooking...Semoga bermanfaat ya ^^

Rabu, 05 Agustus 2015

KEMBANG GOYANG



Bismillahirrohmanirrohim

Repost lagi ya...masih belum sempat mindahin file foto. Udah beberapa kali posting tentang kembang goyang dan saya ternyata masih belum bosan fotoin kembang goyang ini heuheuheu. 
Kembang goyang, ada juga yang menyebutnya antari, mata'ari, matahari, kuih goyang atau bahkan bunga ros. Macam-macam ya namanya. Saya senang banget dengan jajanan tradisional ini, rasanya gurih manis dan teksturnya renyah. Bikin nagih deh pokoknya. Kembang goyang ini juga selalu bikin saya penasaran karena tiap bikin kok ya gak bisa cantik ya. Kalau soal rasa sih saya udah ngerasa pas, tapi ya itu kok ya gak bisa mulus.

Kembang goyang ini salah satu jajanan yang saya buat waktu Ramadhan kemarin. Bikin sedikit aja, itu juga gara-gara liat cetakan kembang goyang di laci dapur. Hasilnya sih masih tetap aja kurang cantik, tapi lumayanlah buat tombo pengen hihihi.






Resepnya saya tuliskan lagi disini ya

KEMBANG GOYANG

Bahan :
250 gr tepung beras
350 ml santan
2 butir telur, kocok lepas
5 sdm gula pasir
1/2 sdt garam halus
1 sdm wijen putih
minyak goreng secukupnya

Cara Membuat :
1. Campur tepung beras, gula pasir dan garam halus. Aduk hingga rata.
2. Tuangkan kocokan telur dan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata kemudian saring. Masukkan wijen putih, aduk rata. 
3. Panaskan minyak, celupkan cetakan kembang goyang hingga panas. Celupkan cetakan ke dalam adonan kemudian masukkan kembali ke minyak panas sambil digoyang-goyangkan hingga terlepas dari cetakan. Goreng dengan api sedang hingga berwarna kecoklatan.
4. Angkat dan tiriskan. Setelah dingin baru disimpan di dalam wadah kedap udara.

Notes :
1. Pastikan cetakan dalam keadaan panas ketika dicelupkan ke adonan. Cetakan yang dingin menyebabkan adonan tidak menempel pada cetakan. 
2. Adonan yang tidak menempel pada cetakan bisa juga disebabkan karena adonan terlalu cair, jadi masukkan santan sedikit demi sedikit aja ya.
3. Pemakaian gula yang terlalu banyak mengakibatkan kembang goyang mudah gosong.
4. Goreng kembang goyang dalam minyak yang cukup banyak agar matang dan kering merata.
5. Jangan menumpuk kembang goyang ketika ditiriskan karena bisa menyebabkan kembang goyang terlalu berminyak


Ini foto versi terangnya yaaa...biar keliatan taburan wijennya hehehe.

Selamat mencoba...semoga bermanfaat ya

Sabtu, 01 Agustus 2015

SAGU KEJU - COOKIES TERFAVORIT




Bismillahirrohmanirrohim

Welcome August...it's gonna be my busy month !! Semoga masih bisa tetap rajin update blog ya, walau mungkin selama 2 bulan ke depan bakalan berkurang frekunsi nge-blognya. In shaa Allah tetap berusaha untuk tetap diupdate. Kali ini masih postingan lama, masih tentang cookies Lebaran euy hehehe. Padahal Lebarannya juga udah lewat lama yaa...sekarang kalau gak salah udah hari ke 16 di bulan Syawal. Tapi gak apa-apa yaa...siapa tau ada juga yang pengen bikin sagu keju walau Lebarannya udah lewat hehehe.

Yuups...sagu keju alias sake adalah cookies terfavorit saya. Kalau disuruh milih diantara beragam cookies yang enak-enak misalnya nastar, kastengel, putsal, cheese ball atau chocochips, saya mending milih sake ini. Suka banget dengan teksturnya yang melted ketika dikunyah dan tentunya dengan kejunya. Padahal bikin sake ini bagi saya tuh ribet banget. Gimana gak ribet, kita harus menyangrai dulu tepung sagunya, belum lagi adonan sake ini bikin pegel-pegel waktu nyetaknya. Tapiiii...bagi saya itu semua terbayar lunas saat menikmati sake yang udah matang ini. 

Sebenarnya dulu saya pernah menyimpan resep sake yang konon untuk membuatnya anti pegel-pegel. Belum sempat dicobain juga, karena resepnya entah dicopas dimana ya heuheuehu, Lagian saya udah cocok banget dengan resep yang biasa saya gunakan ini. Jadi biarpun harus pegel-pegel dulu bikinnya, dibela-belain deh. Resepnya saya tuliskan lagi disini yaa




SAGU KEJU

Bahan :
125 gr butter
100 gr margarin
150 gr gula pasir halus
3 kuning telur
100 gr keju edam parut
50 gr keju cheddar parut
300 gr tepung sagu tani
3 helai daun pandan
50 gr maizena
50 gr tepung terigu protein sedang
2 sdm susu bubuk full cream

Cara Membuat :
1. Sangrai tepung sagu bersama daun pandan. Aduk-aduk hingga daun pandan kering dan layu serta tepung sagu terasa lebih ringan teksturnya. Angkat dan dinginkan.
2. Campur tepung sagu yang telah diayak dengan terigu, maizena dan susu bubuk. Aduk hingga rata, sisihkan.
3. Kocok butter, margarin dan gula hingga lembut. Masukkan telur satu persatu sambil terus dikocok hingga rata.
4. Masukkan keju edam dan keju cheddar parut, aduk hingga rata menggunakan spatula atau sendok kayu.
5. Masukkan campuran tepung, aduk hingga rata.
6. Masukkan adonan ke dalam piping bag yang telah diberi spuit. Spuitkan di atas loyang yang sudah dioles tipis margarin. Lakukan hingga adonan habis
7. Panggang dengan suhu 140'C hingga matang. Angkat dan dinginkan di atas cooling rack baru dimasukkan ke wadah kedap udara.

Notes :
- Tepung sagu disangrai terlebih dahulu untuk mengurangi kadar air dalam tepung sehingga cookies yang dihasilkan akan lebih renyah
- Pengocokan butter dan margarin yang terlalu lama akan mengakibatkan sagu keju meleber ketika dipanggang. Apabila terlalu sebentar pengocokannya, maka sagu kejunya akan kurang ngeprul. Trus berapa lama? Saya mah pake feeling aja hehehe, asal udah terlihat rata maka pengocokan saya hentikan.




Saking favoritnya dengan sake ini, saya biasanya selalu menyisihkan 1 toples untuk saya makan sendiri hahaha. Itu mah maruk ya namanya >_<

In shaa Allah...minggu depan dapurnya udah mulai normal lagi. Smoga sempat nyobain resep-resep baru lagi yaa.

Happy Baking ^^