Tampilkan postingan dengan label Daily Menu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daily Menu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Desember 2015

R.A.W.O.N



Bismillahirrohmanirrohim

Rawon atau kalau orang bule bilang Indonesian Black Soup adalah salah satu menu yang paling favorit buat anak-anak saya. Entah kapan mereka bosan makan rawon karena sering banget saya nanya mau dimasakin apa ya jawabnya rawon hihihi. Gak heran kalau saya suka nyetok bumbu rawon. Biasanya saya buat dalam jumlah banyak dan disimpan dalam lemari es. Ketika akan masak rawon saya tinggal keluarin bumbunya aja dan cemplang-cemplung aja. Gampang dan praktis. Seperti halnya lodeh, rawon ini lebih enak kalau sudah diinapkan terlebih dahulu karena bumbunya akan semakin meresap. Saya biasa bikin rawon malam dan ketika dinikmati keesokan harinya udah tambah enak aja. Mau bikin rawon yang lebih cepat sih tinggal masukin aja bumbu dan dagingnya ke dalam presto, paling 10 menit udah empuk dan tinggal didihkan lagi di atas kompor. Tapi saya kurang suka sih masak rawon ataupun soto dengan memakai presto gini, kurang meresap lah bumbunya. Kalau pas kepepet sih gak apa-apa kali ya hihihi.

Di Jawa Timur biasanya rawon disajikan dengan pelengkap daging empal, seperti yang dulu pernah saya posting disini. Kalau yang lagi ngetrend ya olahan rawon dengan memakai iga yang bisa dilihat disini. Kalau sekarang saya bikin rawon biasa aja, gak pakai pelengkap empal hehehe. Disajikan dengan telur asin mah udah enak banget menurut saya. Eh ya kalau lagi main ke Jawa Timur jangan lupa cobain rawonnya ya, banyak banget rawon yang terkenal enak disini antara lain rawon nguling, rawon setan trus ada lagi tuuuh di daerah Mojoagung tapi saya lupa namanya hiiiks. 




Resep rawonnya sih sama aja dengan yang pernah saya posting dulu, saya copasin lagi ya.

RAWON

Bahan :
500 gr daging (saya pakai tetelan + daging has) 
1 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
5 helai daun jeruk, buang tulang daunnya
1 ruas lengkuas, memarkan
1 batang daun bawang, potong-potong
1 sdt gula pasir
3 sdt garam 
1/2 st merica bubuk
2 sdm minyak untuk menumis
2 liter air (tambahkan bila perlu)

Bumbu Halus :
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah kluwek, ambil isinya (kalau isinya kering, seduh dengan sedikit air)
1 sdt ketumbar
4 buah kemiri, sangrai
1 cm kunyit

Pelengkap :
tauge pendek
telur asin
bawang goreng
sambel terasi

Cara Membuat :
1.Rebus daging dalam air mendidih hingga setengah empuk. Ambil dagingnya, potong-potong dan saring air kaldunya kemudian masukkan kembali daging ke dalam air kaldu. Masak kembali,
2.Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, lengkuas dan daun jeruk hingga matang (kalau kurang matang, akan terasa langu). Masukkan ke dalam rebusan daging.
3. Bumbui dengan garam, gula pasir dan merica bubuk. Masak hingga daging empuk dan bumbu meresap, jangan lupa test rasa hingga sesuai selera. Apabila air menyusut dan daging belum empuk, bisa ditambahkan air panas secukupnya ya.
4. Sesaat sebelum diangkat, masukkan daun irisan daun bawang dan biarkan mendidih sekali lagi.
5. Angkat dan sajikan dengan pelengkap

Rawon ini benar-benar menu segala waktu lho, dinikmati pagi, siang ataupun malam tetap enaak. Saya paling suka tuh kalau sarapan menunya rawon.

Happy Cooking...semoga bermanfaat ya ^^

Rabu, 16 Desember 2015

TELUR DADAR TEBAL



Bismillahirrohmanirrohim

Bunda nih yaaa...bikin telur dadar aja diposting di blog >_< Hihihi....ampun...tapi gak apa-apa ya, siapa tau ada yang pengen gara-gara liat telur dadar buatan saya. Telur dadar tebal ini dibuat dengan memakai kelapa parut sangrai, seperti halnya telur dadar ala Padang. Tapi saya gak berani bilang kalau ini versi KW-nya sih, soalnya gak mirip heuheuheu. Lagian telur dadar ini kurang tebal sih sebenarnya. Kalau telur dadar ala Padang yang benar kan bisa mengembang gitu ya, jadi tebal banget. Cantik deh dan yang pasti enak. Next time in shaa Allah saya posting telur dadar tebal ala Padang yang lebih mendekati versi aslinya ya.

Telur dadar tebal ini salah satu menu favorit saat sarapan. Biasa kan ya kalau pagi tuh suka diburu waktu. Naah..telur dadar ini salah satu solusinya. Cepat dan enak. Saya sendiri suka menambahkan sayur kalau bikin telur dadar, misalnya kol dan wortel. Enak banget lho karena sayurnya masih terasa kriuknya. Telur dadar juga lebih istimewa kalau ditambahkan daging giling atau jamur. Disajikan dengan saus sambal enaak atau mau mencoba versi saya yang suka makan telur dadar dengan nasi anget dan sambel terasi hihihi.




TELUR DADAR TEBAL

Bahan :
5 butir telur ayam / bebek
6 sdm kelapa parut ---> sangrai hingga kecoklatan
1 sdm tepung beras
2 batang seledri, cincang halus
2 batang daun bawang, cincang halus
Garam dan merica bubuk secukupnya
Minyak goreng

Bumbu Halus :
3 siung bawang putih
7 butir bawang merah
5 cabe merah
Sejumput garam

Cara Membuat :
1. Campur telur, tepung beras, kelapa parut, seledri dan daun bawang. Kocok asal rata.
2. Tambahkan bumbu halus, kocok asal rata.
3. Panaskan minyak, tuang telur dan masak hingga sisi bawahnya kering. Balik dengan hati-hati dan masak hingga sisi lainnya kering dan matang.
4. Angkat dan siap disajikan.




Alhamdulillah...nikmat banget. Biarpun cuma postingan tentang telur dadar...semoga bisa tetap memberi manfaat ya.

Happy Cooking ^^

Sabtu, 12 Desember 2015

CUMI MASAK HITAM



Bismillahirrohmanirrohim

Hallo...Happy Weekend ya. Weekend kali ini saya gak ada acara spesial dan seperti biasanya tiap weekend selalu nginap di rumah Mama yang jaraknya hanya 1 km dari rumah saya hihihi. Ngeblog pas malam minggu gak apa-apa kan ya, mumpung anak-anak udah tidur juga dan koneksi lagi lancar jaya. Sayangnya saya cuma posting menu sederhana yang kayanya udah familiar banget dan siapa aja bisa bikinnya hehehe...yuup cumi masak hitam.

Sebenarnya saya jarang mengolah cumi yang dimasak dengan tintanya seperti ini karena anak-anak kurang suka. Kalau di keluarga besar saya yang berasal dari Pekalongan, yang namanya cumi masak hitam ini jadi favorit. Padahal banyak lho khasiat yang bisa diperoleh dari tinta cumi-cumi. Moga-moga next time anak saya mau makannya juga ya. Tinta cumi yang berwarna hitam ini mengandung melanin atau pigmen hitam yang dipercaya sebagai salah satu sumber protein. Konon tinta cumi ini mengandung protein yang sama baiknya dengan bagian daging cumi itu sendiri. Selain itu tinta cumi diketahui dapat mengaktifkan sel darah putih yang dapat melawan tumor dan kanker.

Cumi masak hitam sendiri bisa dibuat versi kering dan kuah. Kali ini saya membuat cumi masak hitam yang berkuah. Rasa gurih pada kuahnya berasal dari tinta cuminya. Bikinnya juga gampang banget dan cepat. Yang perlu diingat dalam mengolah cumi adalah jangan memasak cumi terlalu lama karena akan membuat cumi menjadi alot. 

CUMI MASAK HITAM

Bahan :
500 gr cumi segar
1 buah jeruk nipis, ambil airnya
1/2 sdt garam
5 siung bawang putih, iris tipis
3 butir bawang merah, iris tipis
5 cabe merah, iris tipis
2 ruas lengkuas, memarkan
2 helai daun salam
3 helai daun jeruk
1 batang serai, memarkan
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
100 ml air 
2 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat :
1. Cuci bersih cumi, buang bagian tulang yang seperti plastik, potong-potong.
2. Lumuri cumi dengan garam dan air jeruk nipis. Diamkan sebentar.
3 Panaskan minyak, tumis bawang merah, bawang putih, lengkuas, daun salam, daun jeruk, serai dan cabe merah. Aduk hingga harum.
3. Masukkan cumi, bumbui dengan garam, merica bubuk dan gula pasir.
4. Tuang air, masak hingga kuah mendidih dan test rasa hingga sesuai selera.
5. Angkat dan siap disajikan,




Alhamdulillah bisa jadi menu makan siang yang syedaap. Dinikmati dengan nasi hangat dan kerupuk udah berasa jadi menu istimewa hehehe.

Happy cooking...semoga bermanfaat ya. 

Rabu, 09 Desember 2015

UDANG BAKAR ASAM MANIS



Bismillahirrohmanirrohim

Yess...liat udang yang segar-segar dan lumayan besar di tukang sayur langganan. Pastinya saya langsung ingat anak-anak yang memang hobby banget makan udang. Memang kalau yang namanya udang diapain aja pasti enak ya. Kalau untuk yang sudah "berumur" kaya saya ini mau gak mau harus dibatasi lah makan udangnya, high cholesterol euy. Dibatasi bukan berarti gak boleh makan udang kan, tapi secukupnya aja, ngicipin punya anak-anak heheheh.

Kali ini saya mengolah udang menjadi udang bakar asam manis. Biasanya kalau bikin udang asam manis, saya mah cemplang cemplung aja pakai saus-sausan. Pakai saus tomat, saus sambal, saus tiram, kecap inggris dan kecap ikan. Kalau yang ini bumbunya gak pakai saus-sausan dan lebih "tradisional". Terinspirasi dari IG ceu Ayu yang fotonya kece-kece itu, jadilah saya bikin udang bakar asam manis ini. Dimodifikasi dikit menyesuaikan selera keluarga. Bikinnya tentu saja gampaaang...cobain yuuk ^^






UDANG BAKAR ASAM MANIS

Bahan :
500 gr udang, buang bagian kepalanya, bisa dikupas dan dikerat punggungnya bila suka
1 jeruk nipis, ambil airnya
2 helai daun salam
1 batang serai, memarkan
1 sdm gula merah, sisir halus
1 sdm air asam jawa
Garam, merica bubuk secukupnya
1/2 sdt gula pasir
1 sdm kecap manis
1 sdm olive oil atau bisa juga pakai margarin

Bumbu Halus :
4 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1-2 cabe merah
2 butir kemiri sangrai

Cara Membuat :
1. Lumuri udang dengan air jeruk nipis. Cuci bersih kembali, sisihkan.
2. Panaskan olive oil, tumis bumbu halus, daun salam dan serai hingga harum dan matang. Masukkan air asam jawa, gula merah, gula pasir, kecap, garam dan merica bubuk. Aduk rata.
3. Masukkan udang, aduk-aduk dan masak sebentar saja hingga udang berubah warna. Test rasa hingga sesuai selera ya. Matikan api.
4. Tusukkan udang ke tusuk sate kemudian panggang di atas panggangan yang telah dipanaskan. Oleskan sisa bumbu di kedua sisinya.
5. Angkat dan sajikan.




Apabila kulit udang dikupas, jangan dibuang yaa. Kalau saya seringnya bikin kaldu udang. Udah pada tau kan caranya. Kepala dan kulit udang dicuci bersih kemudian masukkan ke dalam air mendidih, masak dengan api kecil hingga keluar kaldunya. Saring kuah kaldu, buang kulit dan kepala, kaldu bisa dipakai saat kita mengolah aneka masakan. Biasanya saya selalu punya stok kaldu di freezer, mulai dari kaldu ayam, udang dan sapi. Ntar sewaktu-waktu dibutuhkan tinggal keluarin aja kan. Kaldu udang enak banget lho kalau ditambahkan ke dalam cap cay...yummy.

Happy cooking...selamat mencoba yaa ^^

Sabtu, 05 Desember 2015

SAMBALADO LIMPA



Bismillahirohmanirrohim

Awww....aawww...bunda masak jerohan? Hiiks..tumben ya, apalagi yang diolah kali ini adalah jerohan sapi. Biasanya saya mah mentoknya ke ati ampela ayam atau pernah juga mengolah paru sapi. Udah gitu-gitu aja, kalau jerohan sapi memang jarang banget makannya hihihi. Nah kalau kali ini saya bikin sambalado limpa, itu juga karena dapet kiriman limpa sapi dari seorang sahabat. Syukron khoir yaa ^^

Tadinya sih niat banget mau dibikin rendang atau kalio, tapi ternyata cukup dibuat sambalado aja euy. Maklum lah ya, kebayang repotnya bikin rendang aja saya udah hands up duluan. Bisa-bisa seharian saya gak bisa keluar rumah dan kerjaan di luar sana bisa berantakan heuheuheu. Ntar deh in shaa Allah kalau pas lagi senggang diniatin deh bikin rendang.

Kalau yang ini mah sambalado ala-ala saya aja ya, bahkan bisa dibilang versi KW nih. Biarpun versi KW, percaya deh kalau enaaak. Setidaknya itu menurut suami saya lho ya, maklum adanya kan memang cuma masakan saya di rumah hihihi. Saya suka bikin sambalado karena memang simpel dan mudah divariasikan. Bisa memakai ayam, ikan, telur atau bahkan udang. Paling enak kalo bikin sambalado yang pedesnya sadis ya, bisa bikin boros nasi beneran tuh.







SAMBALADO LIMPA

Bahan :
500 gr limpa sapi
1 batang serai, memarkan
2 helai daun salam
garam, gula pasir dan merica bubuk secukupnya
2 sdm minyak goreng

Bumbu Tumbuk Kasar :
10 butir bawang merah
4 siung cabe putih
150 gr cabe merah / cabe keriting
10 cabe rawit atau sesuai selera

Cara Membuat :
1. Rebus limpa sapi dalam air mendidih hingga setengah lunak, angkat dan iris tipis. Rebus kembali bersama garam dan merica bubuk secukupnya hingga limpa lunak. Angkat dan tiriskan.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu tumbuk bersama serai dan daun salam. Tumis hingga harum dan benar-benar matang.
3. Bumbui dengan garam, gula pasir dan merica bubuk. Test rasa hingga sesuai selera.
4. Masukkan potongan limpa, aduk-aduk hingga limpa tercampur bumbu.
5. Angkat dan siap dihidangkan.

Foto-fotonya nggak banget deh ya. Entah kenapa semakin lama semakin gak jelas gini fotonya hahaha. 

Selamat mencoba ....Happy Cooking ^^



Rabu, 25 November 2015

KEPITING SAUS PADANG



Bismillahirrohmanirrohim

Seperti biasa kalau belanja ke pasar, saya pasti berhenti di sudut favorit saya yaitu di ibu penjual ikan dan hasil laut. Selalu suka liat ikan segar berderet di nampan dan kalau udah gitu pasti saya ngiler untuk beli. Maklum kami sekeluarga suka sekali dengan menu ikan dan hasil laut lainnya. Kemarin itu saya gak beli ikan karena saya pengen masakin kepiting buat suami saya. Kalau saya menikmati menu kepiting, wajib ditemani suami karena saya paling males banget nyungkil-nyungkil daging kepitingnya, maunya tinggal makan aja hahaha. Pokoknya saya tinggal nungguin hasil kerja keras suami ngorek-ngorek daging kepitingnya >_<

Saya cuma beli 3 ekor kepiting dengan berat kurang lebih 600 gr, lumayan besar juga. Suami saya suka olahan kepiting yang simpel-simpel aja seperti dimasak mentega atau saus tiram. Nah...kali ini saya bikin kepiting saus padang yang pedeeees. Tumben ya masak yang super pedes hehehe, ini mah karena untuk anak-anak udah dimasakin udang saus tiram favorit mereka. Pokoknya hari ini temanya sea food. Gak apa-apa ya sesekali makan yang high cholesterol gini, kan gak sering juga. Ngebayangin makan kepiting saus padang ditemani nasi hangat aja kayanya udah laper duluan atuh ^^




KEPITING SAUS PADANG

Bahan :
3 ekor kepiting (kurleb 600 gr)
1/2 butir bawang bombay, cincang halus
2 cabe merah besar, iris
5 sdm saus sambal
3 sdm saus tomat
1 sdm saus tiram
1 sdm kecap ikan
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
200 ml air
1 batang daun bawang, potong-potong
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :
5 siung bawang putih
3 butir bawang merah
4 cabe merah
5 cabe rawit

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama bawang bombay dan cabe hingga harum.
2. Masukkan saus tomat, saus sambal, saus tiram dan kecap ikan. Aduk hingga rata.
3. Tambahkan garam, gula pasir dan merica bubuk. Masak sambil diaduk-aduk hingga meletup-letup.
4. Tuang air, masak hingga mendidih. Test rasa hingga sesuai selera.
5. Masukkan kepiting, aduk rata hingga matang dan terbalut saus. Sesaat sebelum diangkat masukkan daun bawang, aduk rata.
6. Sajikan hangat.

Simpel aja kan masaknya, tapi Alhamdulillah nikmat sekali. Besok back to the basic ya, makannya pakai tempe goreng tepung favorit hihihi.

Happy Cooking....semoga bermanfaat ^^

Kamis, 12 November 2015

SATE AYAM PEDAS



Bismillahirrohmanirrohim

Saya bikin sate ayam pedas ini untuk isian lunch box kakak Naira beberapa hari yang lalu. Siang-siang makan sate? Gak apa-apa kali yaa. Karena pengen yang praktis-praktis aja saya bikin sate ayam pedas ini. Gak perlu nguleg-nguleg untuk bikin bumbu kacang, karena memang sebenarnya saya lagi gak punya kacang tanah di rumah hihihi. Sate ayam pedas ini jadi salah satu favorit anak-anak, jadi seperti biasa saya bikinnya gak terlalu pedas. Kalau dibuat super pedas, pasti lebih mantap.

Untuk membuat sate ayam, menurut saya lebih enak memakai bagian paha karena lebih gurih dibandingkan dengan bagian dada. Yang unik dari sate ayam pedas ini adalah memakai minyak ayam untuk bumbunya. Biasanya saya memakai minyak ayam untuk membuat mie ayam dan kali ini ditambahkan untuk bumbu sate. Monggo untuk yang pengen nyobain bikin juga.






SATE AYAM PEDAS

Bahan :
400 gr fillet ayam, saya mix bagian paha dan dada
50 gr kulit ayam
10 sdm saus tomat
5 sdm kecap manis
5 cabe rawit, iris halus 
1 sdm minyak goreng

Bumbu Halus :
5 siung bawang putih, goreng
3 cabe merah, goreng
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir

Cara Membuat :
1. Panaskan 1 sdm minyak goreng, masukkan kulit ayam dan masak hingga kulit ayam mengeluarkan minyak. Angkat.
2. Aduk rata saus tomat, kecap manis, cabe rawit dan bumbu halus. Aduk hingga rata.
3. Masukkan 2 sdm minyak ayam, aduk rata kemudian bagi bumbu menjadi 2 bagian yaitu untuk merendam potongan ayam dan untuk saus.
4. Masukkan potongan ayam ke salah 1 bagian bumbu, aduk hingga rata dan diamkan selama 30-45 menit di kulkas.
5. Tusukkan potongan ayam ke tusuk sate kemudian bakar sambil diolesi sisa bumbu hingga matang. Angkat dan sisihkan.
6. Panaskan sisa bumbu yang digunakan untuk saus, tambahkan sedikit air panas dan aduk-aduk hingga mengental. Angkat.
7. Sajikan sate beserta saus bumbu.

Gampang kaan bikinnya. Iya laah kalau susah dan ribet, saya pun malas bikinnya hihihi. 

Happy cooking, semoga bermanfaat yaa ^^

Selasa, 10 November 2015

SOTO BANJAR



Bismillahirrohmanirrohim

Bikin soto lagi yuuk. Soto merupakan salah satu kuliner Indonesia yang cukup populer. Di berbagai daerah di Indonesia memiliki ragam soto yang berbeda-beda, misalnya Soto Lamongan, Soto Betawi, Soto Madura, Soto Padang, Soto Pekalongan atau tauto, Soto Medan, Coto Makasar, Soto KudusSoto Tangkar, Soto Bandung, Soto Banjar dan lain sebagainya. Kuah soto pun bermacam-macam, ada yang memakai santan, susu atau bahkan kuah bening. Favorit saya adalah Soto Pekalongan atau tauto donk pastinya hehehe. Saya sendiri memang lebih suka soto yang tidak memakai santan, jadi seringnya saya bikin soto beningan aja atau ditambahkan kemiri di bumbu halusnya biar kuahnya terasa lebih kental. Tapi bukan berarti saya gak suka soto yang bersantan lho yaa...maklum pemakan segala, jadi soto apa aja pun hayuuk aja >_<

Kali ini saya membuat soto banjar. Gara-garanya sih karna inget pas lagi kelaparan berdua suami sewaktu ngurus berkas-berkas haji di Surabaya beberapa bulan yang lalu dan soto banjar di dekat travel biro yang jadi penyelamat perut hahaha. Soto banjarnya enak banget, entah beneran enak atau karena kami yang sedang lapar ya. Tapi kayanya beneran enak karena rame banget. 

Soto Banjar memiliki kuah bening dan biasanya menggunakan ayam kampung. Kaldu ayam kampung yang gurih dipadukan dengan aneka rempah-rempah dan bumbu yang sederhana membuat soto banjar ini terasa segar dan sedap. Berbeda dengan soto pada umumnya yang berkuah kuning, soto banjar kuahnya bening pucat. Mirip-mirip dengan soto bandung ya, bening dan pucat. Aneka rempah yang digunakan dalam soto banjar antara lain adalah kayu manis, cengkih, pala dan juga kapulaga. Bahkan ada pula beberapa resep yang memakai bunga pekak sebagai rempah-rempahnya. Soto banjar biasanya disajikan dengan ketupat, perkedel, sambal rawit dan juga emping. 




SOTO BANJAR

Bahan :
1 ekor ayam kampung, potong-potong
2 helai daun salam
2 helai daun jeruk
2 batang serai, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
4 cm kayu manis
2 butir kapulaga putih
5 cengkeh
2 liter air
1 sdm garam
2 sdt gula pasir
3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdt merica butiran
1/2 buah pala
1 cm jahe

Pelengkap :
Ketupat atau lontong
Soun atau bihun
Perkedel Kentang
Telur rebus
Daun bawang dan seledri, iris halus
Bawang goreng
Jeruk nipis
Sambal rawit
Emping atau kerupuk

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak dalam panci, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daun salam, daun jeruk, lengkuas dan serai. Aduk-aduk hingga bumbu matang.
2. Masukkan potongan ayam, aduk-aduk hingga sedikit berubah warna.
3. Tuang air panas ke dalam tumisan, masukkan cengkeh, kapulaga dan kayu manis. Bumbui dengan garam dan gula pasir kemudian masak dengan api kecil hingga ayam empuk dan matang. Test rasa hingga sesuai selera ya.
4. Matikan api, ambil potongan ayam dan suwir-suwir.
5. Sajikan soto dengan pelengkapnya.




Yeesss...anak-anak suka karena memang soto ini seger banget. Dinikmati dengan sambal rawit yang pedas, Alhamdulillah nikmat banget.

Happy Cooking...Selamat Mencoba ^^

Selasa, 03 November 2015

AYAM PANGGANG MENTEGA



Bismillahirrohmanirrohim

Mencoba kembali lagi ke rutinitas awal. Ada sesuatu yang hilang, tapi life must go on. Semoga ke depannya semakin ikhlas dan kuat ya ^^ In shaa Allah.

Seperti biasa masak yang simpel-simpel aja dan ini juga karena request suami dan anak-anak yang hobby banget makan ayam goreng mentega. Kali ini saya bikin ayam panggang mentega. Bahannya sih mirip dengan ayam goreng mentega, cuma beda di caranya aja dan tanpa memakai minyak goreng sama sekali. Rasanya mirip-mirip lah, bahannya kan ya gak beda hehehe. Menurut saya bumbunya malah lebih meresap yang versi panggang. Waktu pembuatan memang lebih lama yang versi panggang, tapi it's oke lah ya, kan bisa disambi bikin menu yang lain. Seperti biasa saya suka bingung menjodohkan menu dan akhirnya ayam panggang mentega ini dijodohkan dengan sup. Gak cocok yaa hihihi. Supnya digadoin aja deh.







AYAM PANGGANG MENTEGA

Bahan :
1 ekor ayam, potong-potong
3 siung bawang putih parut
1,5 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
50-100 ml air

1 buah bawang bombay, iris
4 siung bawang putih, memarkan dan cincang halus
6 sdm margarin atau butter
5 sdm kecap manis
3 sdm saus tiram
2 sdm kecap inggris
garam dan merica bubuk secukupnya

Cara Membuat :
1. Campurkan potongan ayam dengan bawang putih parut, garam, merica bubuk dan air. Simpan di lemari es selama kurang lebih 30 menit.
2. Panaskan margarin atau butter hingga leleh, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum dan layu. Masukkan kecap manis, saus tiram dan kecap inggris. Aduk hingga rata.
3. Masukkan potongan ayam, masak hingga setengah matang dan ayam terbalut bumbu. Koreksi rasa dengan menambahkan garam atau merica bubuk bila perlu. Matikan api.
4. Siapkan loyang atau pinggan tahan panas, panggang ayam beserta bumbunya dengan suhu 160'C selama kurang lebih 45 menit. Sesekali balik-balikkan ayam dan oles dengan bumbu selama proses pemanggangan.
5. Angkat dan sajikan hangat.

Happy cooking...semoga bermanfaat ^^

Selasa, 20 Oktober 2015

SOTO TANGKAR



Bismillahirrohmanirrohim

Soto tangkar adalah salah 1 dari beragam jenis soto, menu khas Indonesia. Soto tangkar berasal dari daerah Betawi dan sekilas mirip dengan soto betawi ya. Kata "tangkar" berasal dari bahasa Betawi yang artinya adalah iga. Yuup...soto tangkar memang menggunakan iga sebagai bahan utamanya. 

Menurut sejarah, pada jaman penjajahan Belanda, para bangsawan yang akan berpesta, menyiapkan seekor sapi untuk disembelih dan dijadikan hidangan pada pesta tersebut. Bagian tertentu dari sapi akan disisihkan dan diberikan kepada para pekerja. Bagian tersebut antara lain adalah bagian kepala, jerohan dan juga iga. Oleh para pekerja, bagian-bagian tersebut kemudian diolah menjadi berbagai masakan, salah satunya adalah soto tangkar.

Soto tangkar memang mirip dengan soto betawi ya. Harusnya soto tangkar kuahnya berwarna kuning kemerahan karena memang menggunakan cabe merah di bumbu halusnya. Nah...kok soto tangkar buatan saya ini gak kuning kemerahan? Maklum, cabenya cuma pakai 2 biji aja hihihi. Bukan karena harga cabe mahal lho, tapi memang menyesuaikan dengan selera anak-anak aja. Kebetulan mereka suka dengan olahan iga, jadi ya gak apa lah kalau sotonya jadi gak berasa pedas kuahnya. Kan bisa ditambahi sambal hehehe. Ada juga yang memasak soto tangkar dengan menambahkan cabe rawit mentah yang sudah digiling. Hmmm...bayanginnya aja udah enak banget, kebayang pedasnya itu heboh.




SOTO TANGKAR

Bahan :
1 kg iga sapi
1 liter air
700 ml santan
1 batang serai, memarkan
1 ruas lengkuas, memarkan
2 daun jeruk
2 daun salam
2 sdm minyak sayur

Bumbu Halus :
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
4-5 cabe merah (saya cuma pakai 2)
2 sdt ketumbar
1 sdt merica butiran
1/2 sdt jintan
2 sdm gula merah
2-3 sdt garam

Pelengkap :
Bawang goreng
Daun bawang, iris-iris
Air jeruk nipis
Emping (optional)

Cara Membuat :
1. Rebus iga sapi dengan hingga 1/2 empuk atau boleh juga pakai presto ya biar cepat.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan matang. Masukkan daun salam, daun jeruk, lengkuas dan serai. Aduk hingga layu kemudian masukkan ke dalam rebusan iga.
3. Tuang santan, masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan iga menjadi empuk. Test rasa hingga sesuai selera.
4. Angkat dan sajikan hangat dengan pelengkap.




Alhamdulillah...laris manis, cuma cukup untuk sekali makan aja hahaha. 

Happy cooking....semoga bermanfaat ya ^^

Rabu, 14 Oktober 2015

LONTONG SAYUR PEPAYA MUDA



Bismillahirrohmanirrohim

Sebulan lebih gak makan lonsay pastinya bikin kangen, apalagi selera saya kan emang selera "ndeso" gini hihihi. Waktu pulang kemarin, liat aneka menu tradisional tuh rasanya pengen dimakan semua. Ini mah maruk ya namanya. Akhirnya disempatin juga bikin lonsay dan kali ini memakai sayur pepaya muda. Menurut saya pepaya muda ini rasanya mirip-mirip dengan labu siam. Kali ini bikinnya yang bener-bener "biasa", tanpa tambahan udang atau ayam, cuma memakai tambahan kacang kedelai dan juga tahu. Kalau mau lebih spesial, bisa memakai tambahan udang dan dalam penyajiannya memakai ayam suwir serta telur rebus.






Biarpun tanpa pelengkap macam-macam, Alhamdulillah ini sesuai dengan yang saya kangenin. Dibuat pedes, bikin selera banget makannya. Monggo kalau ada yang pengen juga nyobain bikin salah satu menu ala desa ini. Enaak lho

SAYUR PEPAYA MUDA

Bahan :
1 buah pepaya muda ukuran kecil, ambil dagingnya dan potong korek api
1 blok tahu, potong dadu dan goreng sebentar hingga berkulit
1 genggam kedelai sangrai / goreng
2 helai daun salam
1 ruas lengkuas, memarkan
1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
1500 ml santan
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :
2 cabe merah 
7 cabe rawit
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 butir kemiri sangrai
3 sdt garam
2 sdt gula pasir
1/2 sdt merica

Pelengkap :
Lontong
Bubuk Kedelai
Bawang Goreng
Kerupuk

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun salam, lengkuas dan serai. Aduk hingga rata.
2. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk, kemudian masukkan pepaya muda, tahu dan kedelai. Masak sambil sesekali diaduk agar santan tidak pecah sampai mendidih.
3. Test rasa dan bumbui dengan garam serta gula hingga sesuai selera.
4. Angkat dan hidangkan dengan pelengkap.

Happy Cooking...semoga bermanfaat ya ^^


MIE GORENG DI TAHUN BARU 1437H



Bismillahirrohmanirrohim

HAPPY ISLAMIC NEW YEAR 1437H
Semoga dengan bergantinya tahun ini, semakin bertambah juga semangat kita untuk Hijrah menjadi lebih baik lagi. Aamiin Allahumma Aamiin.

Walaupun hari ini tanggal merah, hari libur karena tahun baru, tapi tidak ada acara special. Yang ada malah kami sekeluarga bermalas-malasan di tempat tidur berempat hihihi. Sampai akhirnya saya harus prepare sarapan dan bingung mau bikin apa. Akhirnya saya bikin french toast dan juga mie goreng ini. Gak nyambung lagi? Harap maklum yaa hahaha.

Postingan gak penting banget ya tentang mie goreng >_<, tapi gak apa-apa yaa. Mie goreng memang sering jadi penyelamat saya disaat saya gak punya ide mau bikin apa dan juga pas lagi diburu waktu. Anak-anak juga selalu suka dengan mie goreng, mulai dari mie goreng yang paling sederhana cuma pakai telur dan sosis sampai nasi goreng jawa spesial. Dan seperti biasa kalau bebikinan gini selalu menyesuaikan dengan stok bahan di kulkas.

Mie goreng yang saya buat tadi pagi juga sebenarnya cukup simpel. Saya cuma pakai telur, sosis dan ayam. Ayam yang saya pakai juga ayam ungkep yang memang sering saya stok di kulkas. Parahnya, telur yang sudah saya siapkan untuk dibuat orak-arik di mie goreng ini malah kelupaan huhuhu. Akhirnya bikin telur ceplok aja.  Sayurannya saya cuma punya tauge dan selada, padahal enak juga ya kalau pakai sawi atau kol. Kalau mau lebih lengkap, bisa juga pakai wortel dan buncis, pasti lebih enak. Bumbu yang saya pakai juga sederhana aja, kali ini saya gak pakai kemiri. Kalau bikin mie goreng jawa, baru deh saya pakai kemiri. 

MIE GORENG

Bahan :
200 gr mie basah / mie kering yang direbus hingga matang
4 siung bawang putih
1/2 sdt merica butiran
1 sdt garam
1 butir telur, kocok lepas
4 sosis, iris tipis
200 gr ayam (saya pakai ayam ungkep yang disuwir)
3 sdm saus tiram
4 sdm kecap manis
1 sdm kecap ikan
3 sdm saus tomat / saus sambal
50 gr tauge
2 cabe merah, iris serong
1 batang daun bawang, iris
2 sdm minyak

Pelengkap :
Selada
Bawang goreng
Kerupuk

Cara Membuat :
1. Haluskan bawang putih bersama merica dan garam.
2. Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum, masukkan cabe merah, sosis, ayam dan telur orak-arik (bila pakai). Aduk hingga rata.
3. Tuang kecap manis, kecap ikan, saus tiram dan saus tomat. Aduk hingga rata.
4. Masukkan mie dan tauge. Aduk-aduk hingga semua tercampur rata. Test rasa hingga sesuai selera.
5. Menjelang diangkat, masukkan irisan daun bawang.
6. Angkat dan hidangkan dengan pelengkap. 




Never skip your breakfast ya ^^
Semoga bermanfaat & happy cooking. 

Rabu, 07 Oktober 2015

AYAM PANGGANG TERIYAKI



Bismillahirrohmanirrohim

Ayam panggang teriyaki ini adalah salah satu olahan ayam favorit anak-anak saya. Kalau saya sudah masak ini bisa dipastikan mereka tambah lahap makannya. Apalagi si adek yang bisa nambah berkali-kali. Ayam panggang teriyaki ini juga jadi "pembuka" kegiatan saya di dapur...cieeee. Kangen masakin anak-anak, jadi pertama yang saya bikin adalah menu favorit mereka berdua.

Ayam panggang teriyaki ini gampang banget bikinnya, bahannya juga simpel kok. Proses pemanggangan memang agak lama agar bumbu benar-benar meresap, tapi sebanding lah dengan hasilnya. Biar bumbu tambah meresap, jangan lupa rendam potongan ayam di bumbu perendamnya minimal selama 30 menit ya. Saya sih seringnya udah prepare sejak pagi, jadi bisa lama banget ngerendamnya hehehe. Bikin yuuuk ^^




AYAM PANGGANG TERIYAKI

Bahan :
750 gr ayam (saya pakai bagian paha)
4 siung bawang putih, parut
2 cm jahe, parut
1/2 butir bawang bombay
3 sdm saus teriyaki
1 sdm kecap asin
2 sdm saus tiram
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
100-150 ml air
wijen sangrai secukupnya, untuk taburan

Cara Membuat :
1. Campurkan bawang putih, jahe, bawang bombay, saus teriyaki, kecap asin, saus tiram, merica bubuk dan gula pasir. Aduk hingga rata kemudian tambahkan air. Aduk rata kembali.
2. Masukkan potongan ayam, aduk rata dan diamkan di kulkas minimal selama 30 menit.
3. Panaskan wajan anti lengket, tuang potongan ayam beserta bumbunya. Aduk-aduk sebentar hingga berubah warna. Angkat.
4. Pindahkan ayam beserta bumbunya ke dalam loyang atau pinggan tahan panas. Panggang dengan suhu 170'C selama kurang lebih 50 menit. Sesekali bolak-balikkan ayam dan olesi dengan bumbunya selama proses pemanggangan.
5. Angkat, taburi wijen sangrai dan siap dihidangkan,




Alhamdulillah....seneng banget kan kalau anak-anak lahap makannya. Padahal menunya juga sederhana aja kan. Sayurnya saya cuma masak bening bayam. Gak nyambung banget ya hahaha. Biarpun gak nyambung, anak-anak mah oke-oke aja tuh malah seneng banget gadoin bening bayamnya. 

Selamat mencoba...semoga bermanfaat ^^

Senin, 31 Agustus 2015

SUP IGA



Bismillahirrohmanirrohim

Haloo...apa kabar? In shaa Allah semoga sehat-sehat aja ya. Dalam bulan ini saya akan sangat-sangat slow response. Postingan saya di bulan ini juga sebenarnya adalah hasil dapur saya bulan lalu. Jadi mohon maaf ya kalau postingannya kok gak nambah-nambah, atau komen, WA dan inbox yang lamaa banget balasnya. In shaa Allah as soon as possible segera saya reply. Mohon pengertiannya ya. 

Sup iga ini adalah salah satu menu yang saya buat bulan lalu untuk keluarga saya. Entahlah yang namanya olahan iga kok ya belum ada bosennya. Mulai dari asem-asem iga, rawon iga, iga bakar...pasti deh laris manis. Waktu mudik lebaran kemarin, saya mampir di salah satu rumah makan yang beken dengan olahan iga dan sup buntut di Pekalongan, yaitu rumah makan Bu Leman. Aduduuuh....semua menunya endes pisan. Iga-nya juga empuk banget jadi anak-anak gampang maemnya. Rasanya sebanding banget lah dengan harganya hihihi. Nah karena teringat dengan sup iga Bu Leman, jadi saya bikin juga lah sup iga di rumah. Sup iga ini sebenarnya sama aja dengan sup buntut atau bahkan sup daging sapi. Bikinnya juga gampang, asal sabar nungguin iga empuk. Kalau mau praktis sebenarnya bisa dipresto, tapi menurut saya lain rasanya apabila dibandingkan dengan yang dimasak lama di atas kompor. Untuk sayuran pelengkapnya, biasanya juga lebih simpel apabila dibandingkan dengan sup biasa. Saya hanya menggunakan wortel dan kentang. Monggo kalau ingin menambahkan kubis, kol atau bahkan makaroni.




Untuk pelengkap sup iga ini, saya hanya membuat sambal kecap. Biar lebih segar, kucuri kuah sup dengan air jeruk nipis. Subhanallah...enak bangeeet.

SUP IGA

Bahan :
1 kg iga sapi, potong-potong
2 liter air atau tambahkan bila perlu
2 kentang, potong-potong
2 buah wortel, potong-potong
1/2 bawang bombay, cincang halus
5 siung bawang putih, cincang halus
1 butir pala, parut
1/2 sdt merica butiran, haluskan
2 batang seledri, diikat
2 helai daun bawang, potong-potong
garam dan gula pasir secukupnya
1 sdm minyak untuk menumis

Pelengkap :
bawang goreng
sambal kecap
air jeruk nipis
irisan seledri

Cara Membuat :
1. Rebus iga sapi dengan hingga setengah empuk.
2. Panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum kemudian masukkan ke dalam rebusan iga. 
3. Masukkan wortel dan kentang, bumbui dengan merica, pala, garam dan merica bubuk. Masak dengan api kecil hingga iga empuk. Apabila air menyusut dan iga belum empuk, bisa ditambahkan air sedikit demi sedikit dan sesuaikan lagi bumbunya ya.
4. Masukkan seledri, masak kembali hingga benar-benar empuk.
5. Menjelang diangkat, masukkan potongan daun bawang. Matikan api.
6. Sajikan hangat dengan pelengkap.






Jangan lupa untuk selalu mengkonsumsi buah dan sayur untuk "balance" ya. Jadi sesekali boleh laah makan makanan seperti ini, asal gak tiap hari lho ya. Olahraga tentunya juga penting. Btw...ada yang nanya olahraga saya apa siih? Karena saya udah gantung raket, jadi sekarang olahraganya cukup jalan kaki keliling kebun plus gowes sepeda statis sambil browsing atau BBM an di depan TV hahaha. Seriuuus...itu udah bikin berkeringat dan badan segar.

Happy Cooking...

Senin, 17 Agustus 2015

NASI GORENG TERI



Bismillahirrohmanirrohim

Postingan iseng banget yaa, tentang nasi goreng. Padahal siapapun pasti bisa bikin nasi goreng kan. Nasi goreng juga sering jadi "penyelamat" agar sisa nasi tidak terbuang. Tinggal diolah sekejap di penggorengan, ditambah dengan pelengkap yang menyesuaikan isi kulkas, jadi deeeh nasi goreng untuk sarapan hihih. 

Kali ini saya membuat salah 1 nasi goreng favorit saya yaitu nasi goreng teri. Saya memakai teri medan atau ada juga yang menyebutnya teri nasi. Selain nasi goreng teri, saya juga suka membuat nasi goreng jawa. Hayoo...gimana tuh nasi goreng jawa? Nasi goreng jawa ala saya, bumbunya diuleg, tanpa saus tomat, jadi hanya memakai kecap manis saja dan yang wajib adalah memakai tauge. Bisa juga ditambahkan sedikit mie, jadilah nasi goreng mawut atau orang Yogya menyebutnya "magelangan". Betul taak?

Kembali ke nasi goreng teri, saya tidak memakai kecap manis, karena saya mau warna nasinya tetap terang dan dominan rasa gurihnya. Untuk pelengkapnya saya pakai irisan cabe dan telur saja, silahkan disesuaikan dengan selera aja ya. Kebetulan teri yang saya pakai ini tidak terlalu asin, tapi ada juga kan teri yang asin jadi kita harus hati-hati ketika memakai kecap asin dan garamnya. Biar lebih enak dan tetap terasa kriuk, teri selalu saya masukkan belakangan. 





Ini resep nasi goreng teri suka-suka ala saya, bumbunya dikira-kira aja yaa...

NASI GORENG TERI

Bahan :
1 piring penuh nasi (kurleb 350 gr)

3 siung bawang putih, cincang halus
1/2 butir bawang bombay ukuran kecil, cincang halus
2 butir telur, kocok lepas
1 cabe merah besar, iris serong
1 cabe hijau, iris serong
5 cabe rawit, iris halus
1 genggam tauge
1,5 sdm kecap ikan
2 sdm teri medan, goreng
1 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
1 batang daun bawang, iris
3 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum kemudian sisihkan ke tepi wajan.
2. Tuang telur, aduk rata hingga menjadi orak-arik.
3. Masukkan cabe merah, cabe hijau, cabe rawit dan tauge. Aduk hingga rata.
4. Masukkan nasi putih, kecap ikan, garam, gula pasir dan merica bubuk. Aduk-aduk hingga rata dan masak hingga matang. Test rasa hingga sesuai selera yaa.
5. Menjelang diangkat, masukkan teri dan daun bawang. Aduk rata sebentar.
6. Angkat dan segera sajikan hangat.





Happy Cooking...semoga bermanfaat ^^

Kamis, 13 Agustus 2015

OSENG PARE TERI MEDAN



Bismillahirrohmanirrohim

Olahan pare sebenarnya tidak termasuk dalam "list" masakan favorit saya. Bisa dibilang saya belum bisa menikmati makan pare, tapi suka atau tidak suka saya harus bisa bikinnya karena suami saya sangat suka dengan olahan pare. Biasanya saya mengolah pare dengan membuat oseng kering seperti ini atau dimasak dengan memakai santan. Sebenarnya suami saya juga sudah berusaha untuk "merayu" saya untuk mencoba menikmati pare, tapi saya-nya aja yang belum tertarik hihihi. Jadi biar kata suami saya, masakan saya ini enak tapi sebenarnya saya mah gak tau rasanya >_<

Lumayan lama juga saya gak bikin olahan pare, kayanya ada deh 2 bulan. Maklum selama Ramadhan kemarin, saya juga gak masak pare sama sekali. Kebetulan ada pare di tukang sayur, jadi lah saya bisa mengolah pare spesial untuk pak suami. Bikinnya pun juga gak banyak dan masih saya bagi-bagi dengan mbak yang bantu-bantu di rumah.







Bikinnya cukup iris-iris aja ya, tanpa harus uleg menguleg, jadi memang simpel banget . Bumbu irisnya juga kira-kira aja ya, disesuaikan dengan kebutuhan. Kalau suka yang manis, tinggal tambahkan kecap manisnya aja. Monggo...sesuai selera aja.

OSENG PARE TERI MEDAN

Bahan :
500 gr pare, buang bijinya dan iris tipis
7 butir bawang merah, iris tipis
4 siung bawang putih, iris tipis
3 cabe merah besar, iris serong
6 cabe rawit, iris halus
1 ruas lengkuas, memarkan
2 helai daun salam
1 buah tomat, belah 6
30 gr teri medan goreng
2 sdm kecap manis
1/2 sdt kecap ikan
50-100 ml air
garam, gula pasir dan merica bubuk secukupnya
3 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat :
1. Remas-remas irisan pare dengan garam. Sisihkan.
2. Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dan layu. Masukkan lengkuas, daun salam, tomat, cabe merah dan cabe rawit. Aduk hingga rata.
3. Masukkan irisan pare, bumbui dengan kecap manis, kecap ikan, garam, gula pasir dan merica bubuk. Aduk hingga rata.
4. Tuang air sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dan biarkan sebentar hingga pare matang dan bumbu meresap.
5. Test rasa hingga sesuai selera kemudian masukkan teri medan goreng. Aduk hingga rata.
6. Angkat dan sajikan.

Happy Cooking ^^

Kamis, 06 Agustus 2015

RAWON IGA



Bismillahirrohmanirrohim

Mulai beraktivitas di dapur lagi ^^ Ternyata saya tetap kangen dengan dapur setelah 2 minggu gak bebikinan. Mulai kangen juga dengan masakan rumahan, kangen bikin kue-kue dan tentu saja kangen mencoba resep-resep baru. Pertama memulai aktivitas di dapur, masaknya juga yang gampang-gampang tapi ngangenin, misalnya sayur asem, bening bayam, pindang goreng atau ayam bumbu bacem. Kan waktu mudik kemarin gak makan menu-menu tersebut hehehe. Jadinya berasa enaak banget. Setelah mulai aktif memasak lagi, mulai deh puyeng lagi mikir besok mau masak apa....teteeup deh kalau itu.

Kebetulan kakak Naira ada request rawon. Maklum lah selama mudik kemarin, tentu saja kami gak makan rawon yang bisa dengan mudah dijumpai di Jatim hehehe. Ternyata rawon mah ngangenin juga ya, jadilah saya setuju untuk masak rawon request kakak. Kebetulan juga tukang sayur bawa iga, jadinya sekalian aja saya bikin rawon iga. Untuk adek yang suka makan daging empuk-empuk, tentu saya tetap menambahkan daging has. Jadilah rawon ini isinya campur-campur, yaitu iga, tetelan dan daging has. 

Sayangnya rawon iga ini gak bisa terlalu pekat warnanya, gak bisa hitam dan cenderung kecoklatan. Gak tau deh kenapa saya tuh gak lulus-lulus kalau disuruh milih kluwek. Pasti lebih banyak yang isinya jelek bahkan gak bisa dipakai, dibandingkan dengan yang hitam heuheuheu. Tapi harus tetap bikin rawon lah walau dengan kluwek seadanya, jadi harap maklum ya kalau rawon saya kali ini warnanya gak hitam cantik ^^




RAWON IGA

Bahan :
750 gr iga sapi, potong-potong
300 gr daging sapi (saya mix has dan tetelan)
2 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
5 helai daun jeruk
1 ruas lengkuas, memarkan
1 batang daun bawang, potong-potong
1 sdt gula pasir
2-4 sdt garam atau sesuai selera
2 sdm minyak untuk menumis
2 liter air (tambahkan bila perlu)

Bumbu Halus :
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah kluwek, keruk isinya (kalau isinya kering, seduh dengan air hangat)
1 sdt ketumbar
3 butir kemiri, sangrai
1 cm kunyit bakar

Pelengkap :
Tauge pendek
Bawang goreng
Krupuk udang
Telur asin
Sambal terasi

Cara Membuat :
1. Rebus iga dan daging dalam air mendidih hingga setengah empuk. Ambil dagingnya, potong-potong dan saring air kaldunya. Masukkan kembali potongan daging dan iga ke dalam air kaldu.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga, serai, lengkuas dan daun jeruk hingga matang dan harum. Masukkan ke dalam kuah rebusan.
3. Bumbui dengan garam dan gula pasir, masak hingga iga dan daging empuk dan bumbu meresap. Test rasa hingga sesuai selera. Apabila air sudah menyusut dan daging belum empuk, bisa ditambahkan air panas secukupnya saja ya dan jangan lupa bumbui lagi hingga pas.
4. Sesaat sebelum diangkat, masukkan potongan daun bawang. Matikan api.
5. Sajikan dengan pelengkap.

Notes :
- Pengen masak rawon iga plus daging yang empuk tanpa lama? Gunakan panci presto untuk mengempukkan iga dan dagingnya. Tapi hasilnya, bumbu kurang meresap jika dibandingkan dengan yang dimasak lama bersama bumbu ya.
- Tumis bumbu halus hingga benar-benar matang ya, agar bumbu tidak terasa langu.
- Bisa ditambahkan irisan tomat menjelang diangkat, jika suka.
- Rawon enak dinikmati setelah diinapkan karena bumbunya akan semakin meresap. 




Entah karena lama gak makan rawon atau memang rawonnya yang enak, semua bilang enaaaak... Alhamdulillah. Paling asyik sih memang bikin sendiri di rumah karena bisa puas maemnya, puas mencari-cari daging di sela-sela iga maksudnya hihihi. 

Happy cooking...Semoga bermanfaat ya ^^