Tampilkan postingan dengan label Masakan Tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masakan Tradisional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Desember 2015

R.A.W.O.N



Bismillahirrohmanirrohim

Rawon atau kalau orang bule bilang Indonesian Black Soup adalah salah satu menu yang paling favorit buat anak-anak saya. Entah kapan mereka bosan makan rawon karena sering banget saya nanya mau dimasakin apa ya jawabnya rawon hihihi. Gak heran kalau saya suka nyetok bumbu rawon. Biasanya saya buat dalam jumlah banyak dan disimpan dalam lemari es. Ketika akan masak rawon saya tinggal keluarin bumbunya aja dan cemplang-cemplung aja. Gampang dan praktis. Seperti halnya lodeh, rawon ini lebih enak kalau sudah diinapkan terlebih dahulu karena bumbunya akan semakin meresap. Saya biasa bikin rawon malam dan ketika dinikmati keesokan harinya udah tambah enak aja. Mau bikin rawon yang lebih cepat sih tinggal masukin aja bumbu dan dagingnya ke dalam presto, paling 10 menit udah empuk dan tinggal didihkan lagi di atas kompor. Tapi saya kurang suka sih masak rawon ataupun soto dengan memakai presto gini, kurang meresap lah bumbunya. Kalau pas kepepet sih gak apa-apa kali ya hihihi.

Di Jawa Timur biasanya rawon disajikan dengan pelengkap daging empal, seperti yang dulu pernah saya posting disini. Kalau yang lagi ngetrend ya olahan rawon dengan memakai iga yang bisa dilihat disini. Kalau sekarang saya bikin rawon biasa aja, gak pakai pelengkap empal hehehe. Disajikan dengan telur asin mah udah enak banget menurut saya. Eh ya kalau lagi main ke Jawa Timur jangan lupa cobain rawonnya ya, banyak banget rawon yang terkenal enak disini antara lain rawon nguling, rawon setan trus ada lagi tuuuh di daerah Mojoagung tapi saya lupa namanya hiiiks. 




Resep rawonnya sih sama aja dengan yang pernah saya posting dulu, saya copasin lagi ya.

RAWON

Bahan :
500 gr daging (saya pakai tetelan + daging has) 
1 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
5 helai daun jeruk, buang tulang daunnya
1 ruas lengkuas, memarkan
1 batang daun bawang, potong-potong
1 sdt gula pasir
3 sdt garam 
1/2 st merica bubuk
2 sdm minyak untuk menumis
2 liter air (tambahkan bila perlu)

Bumbu Halus :
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah kluwek, ambil isinya (kalau isinya kering, seduh dengan sedikit air)
1 sdt ketumbar
4 buah kemiri, sangrai
1 cm kunyit

Pelengkap :
tauge pendek
telur asin
bawang goreng
sambel terasi

Cara Membuat :
1.Rebus daging dalam air mendidih hingga setengah empuk. Ambil dagingnya, potong-potong dan saring air kaldunya kemudian masukkan kembali daging ke dalam air kaldu. Masak kembali,
2.Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, lengkuas dan daun jeruk hingga matang (kalau kurang matang, akan terasa langu). Masukkan ke dalam rebusan daging.
3. Bumbui dengan garam, gula pasir dan merica bubuk. Masak hingga daging empuk dan bumbu meresap, jangan lupa test rasa hingga sesuai selera. Apabila air menyusut dan daging belum empuk, bisa ditambahkan air panas secukupnya ya.
4. Sesaat sebelum diangkat, masukkan daun irisan daun bawang dan biarkan mendidih sekali lagi.
5. Angkat dan sajikan dengan pelengkap

Rawon ini benar-benar menu segala waktu lho, dinikmati pagi, siang ataupun malam tetap enaak. Saya paling suka tuh kalau sarapan menunya rawon.

Happy Cooking...semoga bermanfaat ya ^^

Minggu, 13 Desember 2015

SEBLAK BASAH PASTA



Bismillahirrohmanirrohim

Seperti biasa saat belanja bulanan saya selalu memasukkan pasta dalam list belanjaan saya. Bagi saya pasta itu sahabat setia banget dan sangat membantu di saat saya diburu waktu. Kali ini saya membeli bowties pasta. Seperti namanya, pasta ini lucu banget karena bentuknya seperti dasi kupu-kupu atau kalau anak saya bilang ini adalah pasta pita hehehe. Suami saya sudah request sajian pasta bolognese atau pasta saus barbeque favoritnya. Sementara yang ada di pikiran saya saat itu adalah bikin seblak pasta.

Udah pada tau kan yang namanya seblak basah. Seblak basah adalah salah satu makanan khas Sunda yang terbuat dari kerupuk sagu atau kerupuk kanji. Kerupuk tersebut direndam di air panas hingga teksturnya lunak dan selanjutnya ditumis dengan bumbu. Yang khas dari seblak adalah aroma kencurnya dan rasanya yang super pedes. Iya laah...mana enak makan seblak kalau gak pedes. Untuk pelengkapnya seblak bisa memakai bakso, telur, sosis atau bahkan daging asap seperti yang pernah saya buat disini dan disini. Dalam perkembangannya seblak basah dimodifikasi tidak hanya sebatas menggunakan kerupuk kanji, tapi juga menggunakan pasta. Udah pernah dengar kan tentang seblak macaroni. Unik bangeet pastinya pasta dipadukan dengan bumbu-bumbu seblak. Gak sebatas macaroni dan bowties pasta aja yang bisa diolah menjadi seblak. Bisa juga donk pakai fusilli atau bahkan kita bisa bikin spaghetti dan fettuccini bumbu seblak hihihi. Asyiik tuh.

Seblak dengan bahan dasar pasta yang saya buat kali ini menggunakan pelengkap yang ada aja, yaitu bakso dan telur. Untuk pedasnya silahkan disesuaikan dengan selera aja ya. Saya tadi memakai sekitar selusin cabe rawit hihihi. Sssttt...bagi saya seblak ini bisa jadi obat pusing lho. Sering banget kalau ngerasa puyeng saya malah nguprek di dapur bikin seblak hahaha. Eh ya karena memakai pasta, saya merebusnya sebentar saja. Menurut saya kalau cuma disiram dengan air mendidih masih terasa kurang matang.




SEBLAK BASAH PASTA

Bahan :
100 gr pasta (saya pakai bowties pasta)
7 butir bakso, iris tipis
2 butir telur, kocok lepas
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
1 batang daun bawang
50 ml air atau secukupnya
2 sdm minyak untuk menumis
bawang goreng untuk taburan

Bumbu Halus :
4 siung bawang putih
2 siung bawang merah
12 cabe rawit atau sesuai selera
3 ruas kencur

Cara Membuat :
1. Siram pasta dengan air mendidih dan diamkan hingga teksturnya lunak (saya rebus sebentar). Tiriskan dan sisihkan.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan matang, masukkan irisan bakso. Aduk hingga rata.
3. Masukkan pasta, aduk-aduk kemudian masukkan kocokan telur. Aduk cepat hingga telur berserabut.
4. Bumbui dengan garam dan gula pasir kemudian tuang air secukupnya. Masak hingga semua bahan matang dan test rasa hingga sesuai selera.
5. Menjelang diangkat, masukkan daun bawang. Aduk hingga rata.
6. Matikan api, sajikan hangat dengan taburan bawang goreng.

Eeh...tadi lupa gak masukin bawang goreng huhuhu, tuh di foto gak ada kan. Setelah habis 1/2 piring baru inget kalau ada yang kurang, langsung deh saya kasih taburan bawang goreng yang banyak ^^

Selamat mencoba ya ^^

Sabtu, 05 Desember 2015

SAMBALADO LIMPA



Bismillahirohmanirrohim

Awww....aawww...bunda masak jerohan? Hiiks..tumben ya, apalagi yang diolah kali ini adalah jerohan sapi. Biasanya saya mah mentoknya ke ati ampela ayam atau pernah juga mengolah paru sapi. Udah gitu-gitu aja, kalau jerohan sapi memang jarang banget makannya hihihi. Nah kalau kali ini saya bikin sambalado limpa, itu juga karena dapet kiriman limpa sapi dari seorang sahabat. Syukron khoir yaa ^^

Tadinya sih niat banget mau dibikin rendang atau kalio, tapi ternyata cukup dibuat sambalado aja euy. Maklum lah ya, kebayang repotnya bikin rendang aja saya udah hands up duluan. Bisa-bisa seharian saya gak bisa keluar rumah dan kerjaan di luar sana bisa berantakan heuheuheu. Ntar deh in shaa Allah kalau pas lagi senggang diniatin deh bikin rendang.

Kalau yang ini mah sambalado ala-ala saya aja ya, bahkan bisa dibilang versi KW nih. Biarpun versi KW, percaya deh kalau enaaak. Setidaknya itu menurut suami saya lho ya, maklum adanya kan memang cuma masakan saya di rumah hihihi. Saya suka bikin sambalado karena memang simpel dan mudah divariasikan. Bisa memakai ayam, ikan, telur atau bahkan udang. Paling enak kalo bikin sambalado yang pedesnya sadis ya, bisa bikin boros nasi beneran tuh.







SAMBALADO LIMPA

Bahan :
500 gr limpa sapi
1 batang serai, memarkan
2 helai daun salam
garam, gula pasir dan merica bubuk secukupnya
2 sdm minyak goreng

Bumbu Tumbuk Kasar :
10 butir bawang merah
4 siung cabe putih
150 gr cabe merah / cabe keriting
10 cabe rawit atau sesuai selera

Cara Membuat :
1. Rebus limpa sapi dalam air mendidih hingga setengah lunak, angkat dan iris tipis. Rebus kembali bersama garam dan merica bubuk secukupnya hingga limpa lunak. Angkat dan tiriskan.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu tumbuk bersama serai dan daun salam. Tumis hingga harum dan benar-benar matang.
3. Bumbui dengan garam, gula pasir dan merica bubuk. Test rasa hingga sesuai selera.
4. Masukkan potongan limpa, aduk-aduk hingga limpa tercampur bumbu.
5. Angkat dan siap dihidangkan.

Foto-fotonya nggak banget deh ya. Entah kenapa semakin lama semakin gak jelas gini fotonya hahaha. 

Selamat mencoba ....Happy Cooking ^^



Selasa, 10 November 2015

SOTO BANJAR



Bismillahirrohmanirrohim

Bikin soto lagi yuuk. Soto merupakan salah satu kuliner Indonesia yang cukup populer. Di berbagai daerah di Indonesia memiliki ragam soto yang berbeda-beda, misalnya Soto Lamongan, Soto Betawi, Soto Madura, Soto Padang, Soto Pekalongan atau tauto, Soto Medan, Coto Makasar, Soto KudusSoto Tangkar, Soto Bandung, Soto Banjar dan lain sebagainya. Kuah soto pun bermacam-macam, ada yang memakai santan, susu atau bahkan kuah bening. Favorit saya adalah Soto Pekalongan atau tauto donk pastinya hehehe. Saya sendiri memang lebih suka soto yang tidak memakai santan, jadi seringnya saya bikin soto beningan aja atau ditambahkan kemiri di bumbu halusnya biar kuahnya terasa lebih kental. Tapi bukan berarti saya gak suka soto yang bersantan lho yaa...maklum pemakan segala, jadi soto apa aja pun hayuuk aja >_<

Kali ini saya membuat soto banjar. Gara-garanya sih karna inget pas lagi kelaparan berdua suami sewaktu ngurus berkas-berkas haji di Surabaya beberapa bulan yang lalu dan soto banjar di dekat travel biro yang jadi penyelamat perut hahaha. Soto banjarnya enak banget, entah beneran enak atau karena kami yang sedang lapar ya. Tapi kayanya beneran enak karena rame banget. 

Soto Banjar memiliki kuah bening dan biasanya menggunakan ayam kampung. Kaldu ayam kampung yang gurih dipadukan dengan aneka rempah-rempah dan bumbu yang sederhana membuat soto banjar ini terasa segar dan sedap. Berbeda dengan soto pada umumnya yang berkuah kuning, soto banjar kuahnya bening pucat. Mirip-mirip dengan soto bandung ya, bening dan pucat. Aneka rempah yang digunakan dalam soto banjar antara lain adalah kayu manis, cengkih, pala dan juga kapulaga. Bahkan ada pula beberapa resep yang memakai bunga pekak sebagai rempah-rempahnya. Soto banjar biasanya disajikan dengan ketupat, perkedel, sambal rawit dan juga emping. 




SOTO BANJAR

Bahan :
1 ekor ayam kampung, potong-potong
2 helai daun salam
2 helai daun jeruk
2 batang serai, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
4 cm kayu manis
2 butir kapulaga putih
5 cengkeh
2 liter air
1 sdm garam
2 sdt gula pasir
3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdt merica butiran
1/2 buah pala
1 cm jahe

Pelengkap :
Ketupat atau lontong
Soun atau bihun
Perkedel Kentang
Telur rebus
Daun bawang dan seledri, iris halus
Bawang goreng
Jeruk nipis
Sambal rawit
Emping atau kerupuk

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak dalam panci, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daun salam, daun jeruk, lengkuas dan serai. Aduk-aduk hingga bumbu matang.
2. Masukkan potongan ayam, aduk-aduk hingga sedikit berubah warna.
3. Tuang air panas ke dalam tumisan, masukkan cengkeh, kapulaga dan kayu manis. Bumbui dengan garam dan gula pasir kemudian masak dengan api kecil hingga ayam empuk dan matang. Test rasa hingga sesuai selera ya.
4. Matikan api, ambil potongan ayam dan suwir-suwir.
5. Sajikan soto dengan pelengkapnya.




Yeesss...anak-anak suka karena memang soto ini seger banget. Dinikmati dengan sambal rawit yang pedas, Alhamdulillah nikmat banget.

Happy Cooking...Selamat Mencoba ^^

Selasa, 20 Oktober 2015

SOTO TANGKAR



Bismillahirrohmanirrohim

Soto tangkar adalah salah 1 dari beragam jenis soto, menu khas Indonesia. Soto tangkar berasal dari daerah Betawi dan sekilas mirip dengan soto betawi ya. Kata "tangkar" berasal dari bahasa Betawi yang artinya adalah iga. Yuup...soto tangkar memang menggunakan iga sebagai bahan utamanya. 

Menurut sejarah, pada jaman penjajahan Belanda, para bangsawan yang akan berpesta, menyiapkan seekor sapi untuk disembelih dan dijadikan hidangan pada pesta tersebut. Bagian tertentu dari sapi akan disisihkan dan diberikan kepada para pekerja. Bagian tersebut antara lain adalah bagian kepala, jerohan dan juga iga. Oleh para pekerja, bagian-bagian tersebut kemudian diolah menjadi berbagai masakan, salah satunya adalah soto tangkar.

Soto tangkar memang mirip dengan soto betawi ya. Harusnya soto tangkar kuahnya berwarna kuning kemerahan karena memang menggunakan cabe merah di bumbu halusnya. Nah...kok soto tangkar buatan saya ini gak kuning kemerahan? Maklum, cabenya cuma pakai 2 biji aja hihihi. Bukan karena harga cabe mahal lho, tapi memang menyesuaikan dengan selera anak-anak aja. Kebetulan mereka suka dengan olahan iga, jadi ya gak apa lah kalau sotonya jadi gak berasa pedas kuahnya. Kan bisa ditambahi sambal hehehe. Ada juga yang memasak soto tangkar dengan menambahkan cabe rawit mentah yang sudah digiling. Hmmm...bayanginnya aja udah enak banget, kebayang pedasnya itu heboh.




SOTO TANGKAR

Bahan :
1 kg iga sapi
1 liter air
700 ml santan
1 batang serai, memarkan
1 ruas lengkuas, memarkan
2 daun jeruk
2 daun salam
2 sdm minyak sayur

Bumbu Halus :
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
4-5 cabe merah (saya cuma pakai 2)
2 sdt ketumbar
1 sdt merica butiran
1/2 sdt jintan
2 sdm gula merah
2-3 sdt garam

Pelengkap :
Bawang goreng
Daun bawang, iris-iris
Air jeruk nipis
Emping (optional)

Cara Membuat :
1. Rebus iga sapi dengan hingga 1/2 empuk atau boleh juga pakai presto ya biar cepat.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan matang. Masukkan daun salam, daun jeruk, lengkuas dan serai. Aduk hingga layu kemudian masukkan ke dalam rebusan iga.
3. Tuang santan, masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan iga menjadi empuk. Test rasa hingga sesuai selera.
4. Angkat dan sajikan hangat dengan pelengkap.




Alhamdulillah...laris manis, cuma cukup untuk sekali makan aja hahaha. 

Happy cooking....semoga bermanfaat ya ^^

Rabu, 14 Oktober 2015

LONTONG SAYUR PEPAYA MUDA



Bismillahirrohmanirrohim

Sebulan lebih gak makan lonsay pastinya bikin kangen, apalagi selera saya kan emang selera "ndeso" gini hihihi. Waktu pulang kemarin, liat aneka menu tradisional tuh rasanya pengen dimakan semua. Ini mah maruk ya namanya. Akhirnya disempatin juga bikin lonsay dan kali ini memakai sayur pepaya muda. Menurut saya pepaya muda ini rasanya mirip-mirip dengan labu siam. Kali ini bikinnya yang bener-bener "biasa", tanpa tambahan udang atau ayam, cuma memakai tambahan kacang kedelai dan juga tahu. Kalau mau lebih spesial, bisa memakai tambahan udang dan dalam penyajiannya memakai ayam suwir serta telur rebus.






Biarpun tanpa pelengkap macam-macam, Alhamdulillah ini sesuai dengan yang saya kangenin. Dibuat pedes, bikin selera banget makannya. Monggo kalau ada yang pengen juga nyobain bikin salah satu menu ala desa ini. Enaak lho

SAYUR PEPAYA MUDA

Bahan :
1 buah pepaya muda ukuran kecil, ambil dagingnya dan potong korek api
1 blok tahu, potong dadu dan goreng sebentar hingga berkulit
1 genggam kedelai sangrai / goreng
2 helai daun salam
1 ruas lengkuas, memarkan
1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
1500 ml santan
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :
2 cabe merah 
7 cabe rawit
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 butir kemiri sangrai
3 sdt garam
2 sdt gula pasir
1/2 sdt merica

Pelengkap :
Lontong
Bubuk Kedelai
Bawang Goreng
Kerupuk

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun salam, lengkuas dan serai. Aduk hingga rata.
2. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk, kemudian masukkan pepaya muda, tahu dan kedelai. Masak sambil sesekali diaduk agar santan tidak pecah sampai mendidih.
3. Test rasa dan bumbui dengan garam serta gula hingga sesuai selera.
4. Angkat dan hidangkan dengan pelengkap.

Happy Cooking...semoga bermanfaat ya ^^


Kamis, 06 Agustus 2015

RAWON IGA



Bismillahirrohmanirrohim

Mulai beraktivitas di dapur lagi ^^ Ternyata saya tetap kangen dengan dapur setelah 2 minggu gak bebikinan. Mulai kangen juga dengan masakan rumahan, kangen bikin kue-kue dan tentu saja kangen mencoba resep-resep baru. Pertama memulai aktivitas di dapur, masaknya juga yang gampang-gampang tapi ngangenin, misalnya sayur asem, bening bayam, pindang goreng atau ayam bumbu bacem. Kan waktu mudik kemarin gak makan menu-menu tersebut hehehe. Jadinya berasa enaak banget. Setelah mulai aktif memasak lagi, mulai deh puyeng lagi mikir besok mau masak apa....teteeup deh kalau itu.

Kebetulan kakak Naira ada request rawon. Maklum lah selama mudik kemarin, tentu saja kami gak makan rawon yang bisa dengan mudah dijumpai di Jatim hehehe. Ternyata rawon mah ngangenin juga ya, jadilah saya setuju untuk masak rawon request kakak. Kebetulan juga tukang sayur bawa iga, jadinya sekalian aja saya bikin rawon iga. Untuk adek yang suka makan daging empuk-empuk, tentu saya tetap menambahkan daging has. Jadilah rawon ini isinya campur-campur, yaitu iga, tetelan dan daging has. 

Sayangnya rawon iga ini gak bisa terlalu pekat warnanya, gak bisa hitam dan cenderung kecoklatan. Gak tau deh kenapa saya tuh gak lulus-lulus kalau disuruh milih kluwek. Pasti lebih banyak yang isinya jelek bahkan gak bisa dipakai, dibandingkan dengan yang hitam heuheuheu. Tapi harus tetap bikin rawon lah walau dengan kluwek seadanya, jadi harap maklum ya kalau rawon saya kali ini warnanya gak hitam cantik ^^




RAWON IGA

Bahan :
750 gr iga sapi, potong-potong
300 gr daging sapi (saya mix has dan tetelan)
2 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
5 helai daun jeruk
1 ruas lengkuas, memarkan
1 batang daun bawang, potong-potong
1 sdt gula pasir
2-4 sdt garam atau sesuai selera
2 sdm minyak untuk menumis
2 liter air (tambahkan bila perlu)

Bumbu Halus :
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah kluwek, keruk isinya (kalau isinya kering, seduh dengan air hangat)
1 sdt ketumbar
3 butir kemiri, sangrai
1 cm kunyit bakar

Pelengkap :
Tauge pendek
Bawang goreng
Krupuk udang
Telur asin
Sambal terasi

Cara Membuat :
1. Rebus iga dan daging dalam air mendidih hingga setengah empuk. Ambil dagingnya, potong-potong dan saring air kaldunya. Masukkan kembali potongan daging dan iga ke dalam air kaldu.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga, serai, lengkuas dan daun jeruk hingga matang dan harum. Masukkan ke dalam kuah rebusan.
3. Bumbui dengan garam dan gula pasir, masak hingga iga dan daging empuk dan bumbu meresap. Test rasa hingga sesuai selera. Apabila air sudah menyusut dan daging belum empuk, bisa ditambahkan air panas secukupnya saja ya dan jangan lupa bumbui lagi hingga pas.
4. Sesaat sebelum diangkat, masukkan potongan daun bawang. Matikan api.
5. Sajikan dengan pelengkap.

Notes :
- Pengen masak rawon iga plus daging yang empuk tanpa lama? Gunakan panci presto untuk mengempukkan iga dan dagingnya. Tapi hasilnya, bumbu kurang meresap jika dibandingkan dengan yang dimasak lama bersama bumbu ya.
- Tumis bumbu halus hingga benar-benar matang ya, agar bumbu tidak terasa langu.
- Bisa ditambahkan irisan tomat menjelang diangkat, jika suka.
- Rawon enak dinikmati setelah diinapkan karena bumbunya akan semakin meresap. 




Entah karena lama gak makan rawon atau memang rawonnya yang enak, semua bilang enaaaak... Alhamdulillah. Paling asyik sih memang bikin sendiri di rumah karena bisa puas maemnya, puas mencari-cari daging di sela-sela iga maksudnya hihihi. 

Happy cooking...Semoga bermanfaat ya ^^

Kamis, 02 Juli 2015

TONGSENG SAPI



Bismillahirrohmanirrohim

Saat lagi gak punya ide mau masak apa, biasanya saya mencari inspirasi dengan membuka-buka buku resep, stalking blog dan website atau bahkan stalking blog sendiri hehehe. Seperti halnya kemarin, saya punya daging yang siap diolah tapi bingung mau dimasak jadi apa. Jadilah saya membaca deretan menu yang pernah saya posting di blog dan akhirnya saya ingat kalau udah lama gak bikin tongseng.

Tongseng adalah salah satu masakan tradisional yang konon berasal dari Jawa Tengah. Biasanya di daerah Solo, Yogyakarta, Semarang dan sekitarnya, penjual sate dan gule kambing juga menjual tongseng. Proses pembuataan tongseng memang membutuhkan kuah gule dan juga daging dari sate kambing. Tongseng mirip dengan gule tetapi kuahnya lebih pekat karena penambahan kecap dan rasanya manis pedas. Ciri khas dari tongseng adalah aroma merica yang kuat dan pemakaian daun kol atau kubis. Jadi daun kolnya jangan diskip ya. 

Resep tongseng yang saya posting ini sedikit berbeda dengan yang sudah pernah saya posting disini. Saya tidak punya kuah gule, jadi saya pakai tips dari NCC yaitu menggunakan kuah kari yang terbuat dari bubuk kari yang dimasak bersama air dan santan. Ternyata mirip-mirip juga rasanya dengan kuah gule. Karena kurang suka dengan kambing dan saya juga bisa mengolah daging kambing, jadi saya pakai daging sapi. Bisa juga lho memakai daging ayam, enak juga kok.




TONGSENG SAPI

Bahan :
500 gr daging sapi (saya pakai has dan sengkel), potong dadu
1 liter air
1 sdm bubuk kari
500 ml santan
5 helai daun jeruk
2 helai daun salam
2 batang serai, memarkan
8-10 sdm kecap manis atau sesuai selera
daun kol / kobis, iris kasar
2 buah tomat, belah
3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 sdm ketumbar sangrai
1 sdt jintan
1/2 butir pala
1 sdt garam
1 sdt merica butiran

Cara Membuat :
1. Didihkan air bersama bubuk kari, masukkan santan. Aduk-aduk dan masak hingga mendidih kembali. Sisihkan.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan matang. Masukkan daun jeruk, daun salam, serai dan daging sapi. Aduk-aduk hingga daging berubah warna.
3. Tuang kuah, masukkan kecap manis dan masak sambil sesekali diaduk hingga daging empuk. Koreksi rasa sesuai selera dan tambahkan garam, gula pasir atau merica bila dirasa perlu.
4. Menjelang diangkat, masukkan kol dan tomat. Aduk rata sebentar, matikan api dan tutup pancinya.
5. Segera sajikan hangat.

Daun kol dan tomat jangan dimasak terlalu lama ya, jadi masih terasa renyahnya daun kol dan segarnya tomat. Bahkan kadang saya suka juga pakai daun kol mentahan yang tanpa dimasak dulu hehehe. Alhamdulillah...nikmat untuk menu berbuka puasa dan ketika dinikmati lagi saat sahur, tetap enaak.

Selamat mencoba...semoga bermanfaat.
Happy Cooking ^^




SAMBAL GORENG KENTANG ATI AMPELA



Bismillahirrohmanirrohim

Sambal goreng kentang ati ampela ini salah satu menu favorit yang biasanya ada di meja makan kita saat lebaran kan ya. Tapi bagi saya, bikin sambal goreng gak perlu nunggu lebaran, kelamaan donk secara saya hoby banget sama sambal goreng. Biarpun bikinnya ribet, tapi yang namanya hoby ya diniatin aja. Gimana gak ribet, karena harus goreng kentangnya dulu, trus kalau pakai ati ampela harus ngerebus sampai empuk dan digoreng lagi. Bumbunya juga harus dihaluskan, gak bisa diiris-iris kan hihihi. Tapi kan bisa disambi tuh ya, misalnya goreng kentang kan lama dan kita bisa menyiapkan bumbu halusnya. Atau malah bisa bikin masakan lainnya euy.

Kalau resep sambel goreng kentang, pastinya udah pada bisa donk ya. Tapi gak apa-apa ya, saya tulis lagi disini walaupun dulu-dulu juga kayanya udah pernah nulis juga beberapa kali.

SAMBAL GORENG KENTANG ATI AMPELA

Bahan :
500 gr kentang, cuci bersih, potong dadu dan goreng
250 gr ati ampela, rebus hingga empuk kemudian goreng dan potong-potong
2 lembar daun salam
1 ruas lengkuas, memarkan
300 ml santan kental
2 sdm kecap manis (optional)
garam, merica dan gula secukupnya
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
100 gr cabe merah besar
5 cabe rawit
1 sdm gula pasir
1 sdt garam

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga matang dan harum. Masukkan daun salam dan lengkuas. Aduk hingga rata.
2. Masukkan ati ampela, aduk-aduk hingga rata.
3. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk, bumbui lagi hingga sesuai selera dan masak hingga mendidih.
4. Masukkan kentang goreng, aduk hingga rata dan masak hingga santan menyusut dan bumbu meresap.
5. Matikan api, sajikan dengan taburan bawang goreng.

Pelengkapnya opor ayam atau sayur lodeh...Alhamdulillah nikmat. Kalau gak pas puasa, biasanya saya jadikan pelengkap lontong sayur. Pas banget deh...bisa bikin nambah-nambah hihihi.




Happy Cooking ya ^^

Selasa, 02 Juni 2015

LONTONG SAYUR LABU SIAM



Bismillahirrohmanirrohim

Welcome June ^^
Nemu foto lama ini di file laptop, ternyata belum sempat diposting di blog. Jadi...entahlah lontong sayur ini kapan bikinnya, karena yang pasti udah lama banget. Udah pada tau donk dengan lontong sayur karena lontong sayur ini salah satu menu tradisional yang sangat populer. Biasanya mudah ditemukan saat pagi hari karena memang cocok untuk menu sarapan. Di daerah tempat saya tinggal juga banyak penjual lontong sayur. Biasanya tiap hari sayurnya berbeda-beda, kadang sayur nangka, sayur labu siam, sayur pepaya atau bahkan sayur rebung. Untuk pelengkapnya memakai ayam suwir, tahu dan telur bumbu opor. Jangan lupa bubuk kedelai dan krupuknya ya. Rasanya sudah pasti sedaaap, tapi jangan tiap hari ya makan lonsay hihihi.

Yang jadi favorit saya adalah lontong sayur yang memakai labu siam. Dulu resepnya sudah pernah saya posting sih, waktu itu memakai udang, telur puyuh dan tempe. Full kolesterol deh pokoknya hahaha. Kali ini saya gak pakai pelengkap apa-apa, benar-benar cuma sayur labu. Lagi ngiriiit nih ceritanya. Saya tuliskan lagi yaa resepnya.

SAYUR LABU SIAM 

Bahan :
2 buah labu siam, potong korek api
1 blok tahu, potong dadu dan goreng sebentar hingga berkulit
2 helai daun salam
2 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
5 cabe merah, iris tipis (boleh juga pakai cabe rawit utuh)
1000 ml santan dari 1/2 butir kelapa
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :
10 buah cabe merah besar 
7 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 butir kemiri, sangrai
3 sdt garam (atau sesuai selera)
1-2 sdt gula pasir

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga matang dan harum. Masukkan daun salam, irisan cabe merah dan serai. Aduk rata.
2. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk. Teruskan memasak hingga mendidih sambil diaduk sesekali agar santan tidak pecah .
3. Masukkan labu siam, bumbui dengan garam dan gula pasir. Masak hingga matang.
4. Angkat dan siap disajikan.

Untuk pelengkapnya yaitu ayam suwir, tahu dan telur bumbu opor pasti udah pada bisa donk bikinnya. Resep saya mah biasanya asal cemplang cemplung aja, kurang lebih seperti berikut yaa. Ssttt....opornya kurang kuning yaa...kehabisan kunyit >.<

OPOR AYAM

Bahan :
1 ekor ayam potong sesuai selera
(lebih enak pakai ayam kampung, pakai ayam negeri juga boleh)
2 blok tahu, potong sesuai selera, goreng sebentar hingga berkulit
5 telur rebus
3 lembar daun jeruk
2 lembar daun salam
1 ruas lengkuas memarkan
1 batang serai, ambil bagian putihnya memarkan
700 ml santan encer
300 ml santan kental
garam dan gula secukupnya
minyak untuk menumis

Bumbu Halus:
8 siung bawang putih
5 butir bawang merah
5 butir kemiri sangrai
1 sdt ketumbar sangrai
1 ruas jahe
3 cm kunyit
1 1/2 sdt garam

Cara Membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan matang, masukkan daun salam, daun jeruk, lengkuas dan serai. Aduk rata.
2. Masukkan  potongan ayam, aduk hingga rata.
3. Tuang santan encer, masak sambil sesekali diaduk hingga mendidih dan santan menyusut.
4. Masukkan tahu dan telur rebus, kemudian tuang santan kental, bumbui dengan garam dan gula hingga rasanya pas. Masak sebentar hingga santan mendidih kembali.
5. Matikan api dan siap disajikan.

Penyelesaian Lontong Sayur Labu Siam
1. Potong-potong lontong dan suwir ayam, tata di piring saji. Tambahkan tahu dan telur.
2. Siram dengan sayur labu dan taburi bubuk kedelai.




Selamat mencoba yaa...semoga bermanfaat ^^

Selasa, 17 Maret 2015

TONGKOL ASAP MASAK SANTAN



Bismillahirrohmanirrohim

Kemarin waktu belanja di tukang sayur, ada ikan tongkol asap dan yang pertama kepikiran adalah dimasak santan ala-ala mangut asap gitu deh. Kalau hidangan mangut ala Jawa Tengah ada beberapa variasi, ada yang memakai kunyit sehingga kuahnya kuning, ada yang halusnya dibakar dulu dan ada juga yang cuma ditumis biasa. Kalau ini aku gak bilang mangut sih, tapi dimasak santan aja ya, walaupun sebenarnya mirip juga dengan mangut asap. Sebenarnya lagi pengen ikan peda, tapi gak apa deh kalau diganti tongkol asap ini. Paling enak kalau pakai belimbing wuluh, tapi ternyata gak ada juga, katanya sih belum musim jadi kali ini saya pakai tomat hijau saja.

Ikan asap masak santan gini sebenarnya paling enak dimasak super pedas, tapi saya masak gak terlalu heboh pedasnya karena kakak Naira juga ikut makan. Ikan asap yang dipakai selain tongkol, biasanya adalah lele asap atau patin asap. Kalau gak ada ikan asap bisa juga sih pakai ikan segar, misalnya lele. Tapi memang yang bikin khas dan sedap adalah aroma ikan asapnya. Sebagai pelengkap, saya tambahkan juga tempe dan tahu, kalau kurang suka bisa diskip aja ya. Bikinnya tentu saja mudah, karena kalau susah saya juga malees masaknya hihihi.






TONGKOL ASAP MASAK PEDAS

Bahan :
2 ekor tongkol asap
1 ruas lengkuas, memarkan
2 helai daun salam
3 helai daun jeruk
3 cabe merah, iris serong
3 cabe hijau, iris serong
10 cabe rawit
1 blok tahu, potong dadu besar dan goreng sebentar
1/2 blok tempe, potong dadu besar
1 liter santan
2 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/2 sdt merica bubuk
3 tomat hijau, belah 4
daun kemangi secukupnya
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :
3 siung bawang putih
7 butir bawang merah
5 cm kencur
2 cabe merah

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama lengkuas, daun salam dan daun jeruk. Tumis hingga matang dan harum kemudian masukkan cabe merah dan cabe hijau. Aduk hingga rata.
2. Masukkan tongkol asap, tahu dan tempe, aduk hingga rata kemudian tuang santan sedikit demi sedikit.
3. Bumbui dengan garam, gula pasir dan merica bubuk, kemudian masak dengan api kecil hingga mendidih.
4. Masukkan tomat dan cabe rawit. Test rasa hingga sesuai selera.
5. Menjelang diangkat, masukkan daun kemangi. Masak sebentar dan matikan api.
6. Siap disajikan

Alhamdulillah...nikmat ^^
Happy Cooking...selamat mencoba yaa.



Selasa, 10 Maret 2015

PESMOL GURAME



Bismillahirrohmanirrohim

Salah satu menu makan siang keluarga saya tadi adalah pesmol gurame. Sebenarnya lagi pengen banget bikin mangut ikan peda, tapi hunting ikan peda di pasar gak ketemu hihihi. Ya udah laah...kita ganti aja dengan pesmol gurame ya. Kebetulan udah lama juga gak masak ikan seperti ini karena seringnya ya digoreng atau dibakar aja. Alhamdulillah...itu bikin terasa lebih nikmat lho.

Selain menggunakan ikan gurame, pesmol bisa juga dibuat memakai ikan mas, mujaer atau nila. Pokoknya ikan yang dagingnya lumayan tebal ya, jadi tambah asyik makannya. Kalau saya memang lebih suka memakai ikan gurame seperti ini. Keluarga saya menyukai pesmol ataupun juga ikan acar kuning yang mempunyai kuah banyak dan tidak terlalu kental. Kalau lebih suka yang versi kental, bisa ditambahkan larutan terigu atau larutan maizena di kuahnya ya. Atau bisa juga dibuat versi "nyemek" yang kuahnya sedikit. Monggo disesuaikan aja dengan selera keluarga ya.






PESMOL GURAME

Bahan :
2 ekor ikan gurame (berat kurang lebih 600 gr)
1 jeruk nipis, ambi airnya
1 sdt garam
1 ruas lengkuas, memarkan
2 helai daun salam
2 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
2 sdt garam
2 sdt gula pasir
2 wortel, potong korek api
1 buah timun, buang isinya dan potong korek api
15 cabe rawit
2-3 sdt air jeruk nipis
700 ml air
4 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
3 cm kunyit, bakar
3 cm jahe
5 butir kemiri, sangarai

Cara Membuat :
1. Lumuri gurame dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan selama kurang lebih 30 menit kemudian goreng hingga matang dan kering. Sisihkan.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga matang dan harum. Tambahkan lengkuas, daun salam dan serai. Aduk rata.
3. Masukkan air sedikit demi sedikit, kemudian masukkan timun, cabe rawit dan wortel. Bumbui dengan garam dan gula pasir. Masak hingga timun dan wortel setengah layu atau mendidih. Test rasa hingga sesuai selera.
4. Menjelang diangkat, masukkan ikan dan air jeruk nipis. Masak sebentar saja.
5. Matikan api dan siap disajikan.

Gampang kan bikinnya dan rasanya juga sedaap lho. 
Selamat mencob...semoga bermanfaat ya. Happy cooking ^^



Selasa, 24 Februari 2015

IKAN KEMBUNG BAKAR SAMBAL KACANG



Bismillahirrohmanirrohim

Halo...kali ini saya posting salah satu menu makan favorit keluarga saya, yaitu ikan kembung bakar. Pak suami adalah penggemar olahan ikan dan ikan kembung ini termasuk yang sering saya olah karena memang kesukaan beliau. Paling sering memang bikin kembung bakar, mulai dari yang cuma digaremin aja kemudian dibakar, bumbu kecap bahkan bumbu pedas. Kali ini ikan kembungnya dibakar bumbu kecap dan ada sedikit rasa pedas. Kalau suka dengan rasa pedas yang heboh bisa ditambahkan lagi cabainya ya. Kebetulan kakak Naira juga suka sekali dengan ikan kembung bakar, jadi saya bikin dengan rasa pedas yang masih bisa ditolerir oleh kakak.

Untuk kembung bakar biasanya saya membuat sambal ala ibu mertua yang top enaknya. Saya gak ngerti nama sambalnya apa, jadi saya sebut aja sambal kacang karena memang memakai kacang. Jangan dibayangkan kalau sambalnya akan seperti bumbu pecel yang memakai kacang juga ya hihihi. Sambalnya berupa sambal iris yang terdiri dari bawang, cabai, tomat, kacang, kecap dan irisan daun jeruk. Rasanya unik dan yang pasti enaak.





Nah...ini dia sambal kacang-nya. Bikinnya gampang banget, cocok untuk disajikan dengan menu-menu olahan ikan bakar.




IKAN KEMBUNG BAKAR SAMBAL KACANG

Bahan :
3 ekor kembung ukuran sedang 
1 sdt garam
1 jeruk nipis, ambil airnya

Bumbu Bakar :
3 cabai merah
3 cabai rawit
7 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 sdt ketumbar
1 ruas jahe
1 sdt garam
1 sdt air asam jawa
5 sdm kecap manis
2 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat :
1. Bersihkan ikan dan kerat-kerat badannya kemudian lumuri dengan air jeruk nipis dan garam. Biarkan selama 30 menit.
2. Haluskan cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe dan garam.
3. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan air asam jawa, aduk hingga rata kemudian matikan api.
4. Tambahkan kecap manis, aduk rata.
5. Olesi seluruh permukaan ikan kembung dengan bumbu bakar dan biarkan 10 menit agar meresap.
6. Bakar ikan kembung di atas bara api atau multi pan dengan api kecil sambil dioles-oles dengan bumbu. Bakar hingga kedua sisinya matang, sambil terus dioles bumbu.
7. Angkat dan siap disajikan dengan sambal

SAMBAL KACANG

Bahan :
3 sdm kacang tanah goreng yang, uleg kasar
3 butir bawang merah, iris halus
1 buah tomat, potong dadu
5 cabai rawit, iris halus
3 helai daun jeruk, buang tulang daunnya dan iris halus
2 limau, peras airnya (lagi gak ada saya pakai jeruk nipis)
kecap manis secukupnya

Cara Membuat :
Aduk rata semua bahan, tambahkan kecap hingga kekentalan yang diinginkan.

Penyajian :
Tata ikan kembung di atas piring saji, siram dengan sambal kacang dan taburi dengan irisan daun jeruk
Siap disajikan dengan nasi hangat

Notes :
saya membakar ikan di atas grill atau memakai multi pan dengan menggunakan api kecil sehingga waktu pemanggangan lebih lama tetapi ikan dapat matang sempurna dan bumbu lebih meresap.






Alhamdulillah...bagi saya ini nikmat sekali. Termasuk golongan menu boros nasi deh hihihi. Selamat mencoba ya, semoga sesuai dengan selera keluarga. Seperti biasa, foto menjelang waktu makan siang tiba....gak kreatif banget hihihi. Harap maklum yaa

Happy Cooking


Sabtu, 31 Januari 2015

SOTO BANDUNG



Bismillahirrohmanirrohim....

Hello February...
Beberapa hari yang lalu, saya harus menyelesaikan beberapa urusan kerjaan ke Malang. Tau kan kalau ke Malang yang kebayang adalah bakso dan apel hehehe. Saya gak beli apel karena masih ada stok di rumah, tapi pasti menyempatkan diri beli bakso walau harus bergerimis-gerimis ria di daerah Dewi Sri. Saya paling suka "cuci mata" liat sayuran dan buah-buahan di Dewi Sri. Gak selalu beli, karena harganya justru lebih mahal dibandingkan di pasar dekat rumah. Tapi melihat tumpukan buah dan sayur segar selalu memaksa saya untuk sekedar berkeliling, walaupun gak beli apa-apa. Nah...kemarin waktu liat lobak yang gendut-gendut dan segar, akhirnya beli juga. Seperti biasanya kalau beli lobak yang terpikir pasti bikin Soto Bandung favorit.




Soto Bandung adalah soto yang berisi daging sapi dengan kuah bening. Yang menjadi ciri khas dari soto Bandung adalah memakai irisan lobak dan taburan kedelai. Bumbunya juga lebih simpel, bahkan tidak perlu menguleg. Biarpun bumbunya tidak selengkap soto pada umumnya, tapi jangan salah....rasanya gak kalah enak lho. Kuah beningnya terasa segar sekali, apalagi jika ditambahkan perasan air jeruk nipis.
Saya paling suka menikmati soto Bandung dengan menggunakan sambal rebus, yaitu sambal yang cabenya direbus terlebih dahulu, baru kemudian diuleg dengan ditambahkan garam, gula dan air jeruk nipis. Ada juga yang menyajikan soto Bandung dengan menggunakan sambal kecap, yang berisi irisan cabe rawit, kecap manis dan air jeruk nipis. Sama enaknya.

SOTO BANDUNG

Bahan :
500 gr daging sapi (saya pakai has dan tetelan)
2,5 liter air (atau sesuai kebutuhan)
1 buah lobak, iris tipis
7 siung bawang putih, memarkan
3 cm jahe, memarkan
3 cm lengkuas, memarkan
2 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
2-3 sdt garam
1 sdt merica bubuk
2 sdt gula pasir
2 sdm minyak goreng 

Pelengkap :
kedelai goreng
daun bawang dan seledri iris halus
air jeruk nipis
bawang goreng
kecap manis
sambal

Cara Membuat :
1. Rebus daging dengan api kecil hingga setengah empuk, kemudian ambil dagingnya dan saring kaldunya. Masukkan kembali daging ke dalam air kaldu dan teruskan memasak. Kalau ingin cepat bisa memakai presto ya.
2. Panaskan minyak, tumis bawang putih, jahe, lengkuas dan serai hingga harum kemudian masukkan ke dalam rebusan daging. 
3. Bumbui dengan garam, gula pasir dan merica bubuk. Masak hingga bumbu meresap dan daging empuk, kemudia test rasa hingga sesuai selera.
4. Menjelang diangkat, masukkan lobak. Masak sebentar kemudian matikan api.
5. Sajikan hangat dengan pelengkap.




Notes :
- Daging dimasak dengan api kecil agar kuahnya tetap bening. 
- Air kaldu daging disaring terlebih dahulu untuk membuang kotoran-kotoran pada air sehingga kuahnya bening.

Alhamdulillah...jadi menu makan siang yang nikmat buat kami sekeluarga. Sayangnya lagi gak punya emping, jadi dinikmati bersama kerupuk aja ya. Eh ya fotonya miriiip semua ya hahaha. Maklum ini sebenarnya seporsi milik suami, kebetulan ditata dalam keadaan panas banget jadi dipinjam sebentar buat foto-foto. Gak heran kalau stylenya sama banget cuma angle aja yang berbeda. Kalau harus ngerubah-ngerubah style keburu dingin deh sotonya hihihi. Harap maklum yaa...yang fotoin ibu-ibu rempong yang amatiran banget :D




Selamat mencoba....Happy Cooking ^^