Tampilkan postingan dengan label Soto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soto. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 November 2015

SOTO BANJAR



Bismillahirrohmanirrohim

Bikin soto lagi yuuk. Soto merupakan salah satu kuliner Indonesia yang cukup populer. Di berbagai daerah di Indonesia memiliki ragam soto yang berbeda-beda, misalnya Soto Lamongan, Soto Betawi, Soto Madura, Soto Padang, Soto Pekalongan atau tauto, Soto Medan, Coto Makasar, Soto KudusSoto Tangkar, Soto Bandung, Soto Banjar dan lain sebagainya. Kuah soto pun bermacam-macam, ada yang memakai santan, susu atau bahkan kuah bening. Favorit saya adalah Soto Pekalongan atau tauto donk pastinya hehehe. Saya sendiri memang lebih suka soto yang tidak memakai santan, jadi seringnya saya bikin soto beningan aja atau ditambahkan kemiri di bumbu halusnya biar kuahnya terasa lebih kental. Tapi bukan berarti saya gak suka soto yang bersantan lho yaa...maklum pemakan segala, jadi soto apa aja pun hayuuk aja >_<

Kali ini saya membuat soto banjar. Gara-garanya sih karna inget pas lagi kelaparan berdua suami sewaktu ngurus berkas-berkas haji di Surabaya beberapa bulan yang lalu dan soto banjar di dekat travel biro yang jadi penyelamat perut hahaha. Soto banjarnya enak banget, entah beneran enak atau karena kami yang sedang lapar ya. Tapi kayanya beneran enak karena rame banget. 

Soto Banjar memiliki kuah bening dan biasanya menggunakan ayam kampung. Kaldu ayam kampung yang gurih dipadukan dengan aneka rempah-rempah dan bumbu yang sederhana membuat soto banjar ini terasa segar dan sedap. Berbeda dengan soto pada umumnya yang berkuah kuning, soto banjar kuahnya bening pucat. Mirip-mirip dengan soto bandung ya, bening dan pucat. Aneka rempah yang digunakan dalam soto banjar antara lain adalah kayu manis, cengkih, pala dan juga kapulaga. Bahkan ada pula beberapa resep yang memakai bunga pekak sebagai rempah-rempahnya. Soto banjar biasanya disajikan dengan ketupat, perkedel, sambal rawit dan juga emping. 




SOTO BANJAR

Bahan :
1 ekor ayam kampung, potong-potong
2 helai daun salam
2 helai daun jeruk
2 batang serai, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
4 cm kayu manis
2 butir kapulaga putih
5 cengkeh
2 liter air
1 sdm garam
2 sdt gula pasir
3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdt merica butiran
1/2 buah pala
1 cm jahe

Pelengkap :
Ketupat atau lontong
Soun atau bihun
Perkedel Kentang
Telur rebus
Daun bawang dan seledri, iris halus
Bawang goreng
Jeruk nipis
Sambal rawit
Emping atau kerupuk

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak dalam panci, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daun salam, daun jeruk, lengkuas dan serai. Aduk-aduk hingga bumbu matang.
2. Masukkan potongan ayam, aduk-aduk hingga sedikit berubah warna.
3. Tuang air panas ke dalam tumisan, masukkan cengkeh, kapulaga dan kayu manis. Bumbui dengan garam dan gula pasir kemudian masak dengan api kecil hingga ayam empuk dan matang. Test rasa hingga sesuai selera ya.
4. Matikan api, ambil potongan ayam dan suwir-suwir.
5. Sajikan soto dengan pelengkapnya.




Yeesss...anak-anak suka karena memang soto ini seger banget. Dinikmati dengan sambal rawit yang pedas, Alhamdulillah nikmat banget.

Happy Cooking...Selamat Mencoba ^^

Selasa, 20 Oktober 2015

SOTO TANGKAR



Bismillahirrohmanirrohim

Soto tangkar adalah salah 1 dari beragam jenis soto, menu khas Indonesia. Soto tangkar berasal dari daerah Betawi dan sekilas mirip dengan soto betawi ya. Kata "tangkar" berasal dari bahasa Betawi yang artinya adalah iga. Yuup...soto tangkar memang menggunakan iga sebagai bahan utamanya. 

Menurut sejarah, pada jaman penjajahan Belanda, para bangsawan yang akan berpesta, menyiapkan seekor sapi untuk disembelih dan dijadikan hidangan pada pesta tersebut. Bagian tertentu dari sapi akan disisihkan dan diberikan kepada para pekerja. Bagian tersebut antara lain adalah bagian kepala, jerohan dan juga iga. Oleh para pekerja, bagian-bagian tersebut kemudian diolah menjadi berbagai masakan, salah satunya adalah soto tangkar.

Soto tangkar memang mirip dengan soto betawi ya. Harusnya soto tangkar kuahnya berwarna kuning kemerahan karena memang menggunakan cabe merah di bumbu halusnya. Nah...kok soto tangkar buatan saya ini gak kuning kemerahan? Maklum, cabenya cuma pakai 2 biji aja hihihi. Bukan karena harga cabe mahal lho, tapi memang menyesuaikan dengan selera anak-anak aja. Kebetulan mereka suka dengan olahan iga, jadi ya gak apa lah kalau sotonya jadi gak berasa pedas kuahnya. Kan bisa ditambahi sambal hehehe. Ada juga yang memasak soto tangkar dengan menambahkan cabe rawit mentah yang sudah digiling. Hmmm...bayanginnya aja udah enak banget, kebayang pedasnya itu heboh.




SOTO TANGKAR

Bahan :
1 kg iga sapi
1 liter air
700 ml santan
1 batang serai, memarkan
1 ruas lengkuas, memarkan
2 daun jeruk
2 daun salam
2 sdm minyak sayur

Bumbu Halus :
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
4-5 cabe merah (saya cuma pakai 2)
2 sdt ketumbar
1 sdt merica butiran
1/2 sdt jintan
2 sdm gula merah
2-3 sdt garam

Pelengkap :
Bawang goreng
Daun bawang, iris-iris
Air jeruk nipis
Emping (optional)

Cara Membuat :
1. Rebus iga sapi dengan hingga 1/2 empuk atau boleh juga pakai presto ya biar cepat.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan matang. Masukkan daun salam, daun jeruk, lengkuas dan serai. Aduk hingga layu kemudian masukkan ke dalam rebusan iga.
3. Tuang santan, masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan iga menjadi empuk. Test rasa hingga sesuai selera.
4. Angkat dan sajikan hangat dengan pelengkap.




Alhamdulillah...laris manis, cuma cukup untuk sekali makan aja hahaha. 

Happy cooking....semoga bermanfaat ya ^^

Sabtu, 31 Januari 2015

SOTO BANDUNG



Bismillahirrohmanirrohim....

Hello February...
Beberapa hari yang lalu, saya harus menyelesaikan beberapa urusan kerjaan ke Malang. Tau kan kalau ke Malang yang kebayang adalah bakso dan apel hehehe. Saya gak beli apel karena masih ada stok di rumah, tapi pasti menyempatkan diri beli bakso walau harus bergerimis-gerimis ria di daerah Dewi Sri. Saya paling suka "cuci mata" liat sayuran dan buah-buahan di Dewi Sri. Gak selalu beli, karena harganya justru lebih mahal dibandingkan di pasar dekat rumah. Tapi melihat tumpukan buah dan sayur segar selalu memaksa saya untuk sekedar berkeliling, walaupun gak beli apa-apa. Nah...kemarin waktu liat lobak yang gendut-gendut dan segar, akhirnya beli juga. Seperti biasanya kalau beli lobak yang terpikir pasti bikin Soto Bandung favorit.




Soto Bandung adalah soto yang berisi daging sapi dengan kuah bening. Yang menjadi ciri khas dari soto Bandung adalah memakai irisan lobak dan taburan kedelai. Bumbunya juga lebih simpel, bahkan tidak perlu menguleg. Biarpun bumbunya tidak selengkap soto pada umumnya, tapi jangan salah....rasanya gak kalah enak lho. Kuah beningnya terasa segar sekali, apalagi jika ditambahkan perasan air jeruk nipis.
Saya paling suka menikmati soto Bandung dengan menggunakan sambal rebus, yaitu sambal yang cabenya direbus terlebih dahulu, baru kemudian diuleg dengan ditambahkan garam, gula dan air jeruk nipis. Ada juga yang menyajikan soto Bandung dengan menggunakan sambal kecap, yang berisi irisan cabe rawit, kecap manis dan air jeruk nipis. Sama enaknya.

SOTO BANDUNG

Bahan :
500 gr daging sapi (saya pakai has dan tetelan)
2,5 liter air (atau sesuai kebutuhan)
1 buah lobak, iris tipis
7 siung bawang putih, memarkan
3 cm jahe, memarkan
3 cm lengkuas, memarkan
2 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
2-3 sdt garam
1 sdt merica bubuk
2 sdt gula pasir
2 sdm minyak goreng 

Pelengkap :
kedelai goreng
daun bawang dan seledri iris halus
air jeruk nipis
bawang goreng
kecap manis
sambal

Cara Membuat :
1. Rebus daging dengan api kecil hingga setengah empuk, kemudian ambil dagingnya dan saring kaldunya. Masukkan kembali daging ke dalam air kaldu dan teruskan memasak. Kalau ingin cepat bisa memakai presto ya.
2. Panaskan minyak, tumis bawang putih, jahe, lengkuas dan serai hingga harum kemudian masukkan ke dalam rebusan daging. 
3. Bumbui dengan garam, gula pasir dan merica bubuk. Masak hingga bumbu meresap dan daging empuk, kemudia test rasa hingga sesuai selera.
4. Menjelang diangkat, masukkan lobak. Masak sebentar kemudian matikan api.
5. Sajikan hangat dengan pelengkap.




Notes :
- Daging dimasak dengan api kecil agar kuahnya tetap bening. 
- Air kaldu daging disaring terlebih dahulu untuk membuang kotoran-kotoran pada air sehingga kuahnya bening.

Alhamdulillah...jadi menu makan siang yang nikmat buat kami sekeluarga. Sayangnya lagi gak punya emping, jadi dinikmati bersama kerupuk aja ya. Eh ya fotonya miriiip semua ya hahaha. Maklum ini sebenarnya seporsi milik suami, kebetulan ditata dalam keadaan panas banget jadi dipinjam sebentar buat foto-foto. Gak heran kalau stylenya sama banget cuma angle aja yang berbeda. Kalau harus ngerubah-ngerubah style keburu dingin deh sotonya hihihi. Harap maklum yaa...yang fotoin ibu-ibu rempong yang amatiran banget :D




Selamat mencoba....Happy Cooking ^^